Power Steering Hidraulis vs Elektris, Bagus Mana?
Kehadiran fitur power steering di mobil masa kini adalah hal yang wajib. Fitur ini pun terbagi dua jenis, yaitu elektris dan hidraulis. Lantas siapa lebih baik?
Autoride – Power steering merupakan fitur yang sangat memudahkan pengendalian mobil. Karena kehadiran perangkat ini sangat membantu dalam membelokkan mobil. Setir menjadi lebih ringan sehingga mobil menjadi lebih mudah untuk bermanuver.
Perangkat ini awalnya hadir dalam bentuk bermacam-macam, namun yang lebih familiar adalah versi hidraulis. Perangkat ini menggunakan oli sebagai fluida bertekanan tinggi yang kemudian disalurkan ke komponen rack steer.
Rack steer tersambung ke kedua roda depan, dan karena dibantu oleh tekanan oli yang tinggi, maka menggerakkan lingkar kemudi menjadi lebih ringan. Kelemahan dari perangkat power steering hidraulis adalah kehadiran pompa oli yang tersambung dengan sabuk puli mesin (v-belt). Sehingga perangkat ini cukup memangkas daya tenaga dari mesin.
–> Berikut 8 Tips Efektif Menghemat Bensin Motor

Selain itu komponen ini pun rentan mengalami kebocoran akibat selang power steering yang mulai getas akibat usia. Kebocoran ini bisa menyebabkan setir menjadi berat karena tekanan oli menjadi berkurang.
EPS: Modern dan Minim Perawatan
Seiring berkembangnya zaman, pabrikan mobil pun berinovasi dan menciptakan perangkat power steering bersumber tenaga listrik alias elektrik power steering. Perangkat yang sering disingkat EPS ini jelas mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan yang hidraulis.

Perangkat ini menggunakan motor listrik untuk menggantikan tekanan fluida yang berfungsi meringankan putaran kemudi ketika mobil berjalan. Perangkat listrik tersebut langsung menyala ketika mesin mobil dihidupkan. Motor listrik ini biasanya juga dipasangkan dengan modul dan sensor khusus yang bisa membaca kecepatan mobil.
Modul dan sensor khusus tersebut membuat komponen ini menjadi pintar. Karena bisa menyesuaikan keringanan putaran setir sesuai dengan kecepatan mobil. Apabila mobil sedang dalam kecepatan rendah, maka sensor akan memerintahkan modul untuk membuat putaran setir menjadi ringan. Hal ini sangat berguna ketika mobil bermanuver atau hendak parkir di tempat sempit.

Namun ketika mobil berada dalam kecepatan tinggi, justru hal sebaliknya yang terjadi. Sensor akan memerintahkan modul agar sistem kemudi menjadi lebih berat. Tujuannya, agar pengendalian mobil lebih presisi dan meningkatkan keselamatan berkendara.
–> YACI Regional Kaltim Gelar Kopdargab, Sekaligus Rayakan Ultah ke-4 YACI Balikpapan
Selain itu karena perangkat EPS digerakkan oleh motor listrik, tentu saja membantu meningkatkan optimalisasi tenaga mesin. Karena mesin tidak terbebani oleh pompa oli yang jamak terdapat pada versi hidraulis. Selain itu perawatannya pun lebih mudah dibandingkan versi hidraulis, karena cukup memeriksa sambungan kabel antara modul dan motor listrik saja. (Foto: Istimewa)



