Genap 5 Tahun, Bendera Maxi Riders Community (MRC) Terus Berkibar
Maxi Riders Community (MRC) Regional Jawa Tengah, khususnya wilayah Magelang Raya sebagai Pusat (Markas Besar) merayakan hari jadinya yang kelima tahun.
Autoride – Komunitas independent Yamaha Maxi Series yang mengusung bendera Maxi Riders Community (MRC) Regional Jawa Tengah menggelar acara internal untuk menyambut hari jadinya yang kelima tahun. Anniversary MRC sejatinya digelar setiap tanggal 17 September. Namun tahun 2021 ini acara diadakan pada 19 September 2021 dan dilaksanakan di Resto Iwak Kali, Srowol, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.
Perayaan ulang tahun ini juga menjadi ajang silaturahmi antar member MRC. Apalagi selama pandemi dan masa PPKM mereka jarang melakukan kegiatan yang sifatnya bertatap muka langsung. Untuk semakin mempererat hubungan persaudaraan antar member dan keluarga member, maka acara ini hanya hadiri perwakilan pengurus dan anggota MRC saja. Tujuannya untuk menghindari kerumunan dalam jumlah yang banyak.
“Jadi khusus selama pandemi, MRC tidak mewajibkan warganya untuk hadir di acara anniversary. Selama acara juga tetap mentaati prokes. Acara inti adalah potong tumpeng yang dilakukan oleh saya sendiri selaku Pendiri dan Ketua Umum MRC Regional Jawa Tengah, dan diberikan kepada Petinggi MRC, yaitu Bapak Letkol TNI AD Sumarno dan kepada beberapa sesepuh MRC sebagai simbolik wujud apresiasi dan penghormatan kami,” ungkap Joe.
Meski hanya diperingati secara sederhana dengan syukuran potong tumpeng, namun tak mengurangi rasa khidmat dan bersifat internal (members only). Jadi tidak mengundang komunitas atau klub lain. Sehingga bisa mengurangi jumlah kerumunan peserta. Setelah potong tumpeng agenda dilanjutkan makan bersama lalu menikmati hiburan live musik akustikan di lokasi acara.
-> Combined Adventure Bikers Community (CABC) Deklarasi, Punya Hobi Traveling
Everlasting Brotherhood menjadi tema yang mereka angkat pada gelaran ulang tahun kali ini. Dengan makna Seduluran Langgeng, sesuai motto MRC yaitu untuk menjalin seduluran internal MRC dan external dengan komunitas maupun klub bikers lainnya. Dan juga untuk mensukseskan slogan MRC yang menjadi sub tema, yakni “Beda Bendera, Beda Kuda, Satu Saudara” yang maknanya walau beda bendera komunitas, beda kuda besi/jenis motor, namun tetap 1 saudara.
“Acara tahun ini memang sangat sederhana dengan dihadiri 35 member, namun Alhamdulillah berjalan dengan khidmat, lancar, sukses, sehat semua, dan sangat berkesan. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh member dan pengurus yang sudah bekerja sangat bagus hingga acara bisa terlaksana dengan baik,” ujar Budi selaku Ketua Panitia.
MRC sendiri didirikan pada tahun 2016 yang dimulai dari Joe. Kemudian membuat brosur serta merekrut beberapa riders pengguna Yamaha Maxi Series. Kopdar pertama ada sekitar 5 anggota, kemudian bertambah terus. Saat itu MRC adalah satu-satunya komunitas Yamaha Maxi Series yang bersifat independent di wilayah Magelang. Sehingga bisa disebut sebagai pelopor dan perintis lahirnya komunitas motor atau klub motor lain yang sejenis.
-> Ulang Tahun Perdana YNCI Bintan Island Jadi Momen Deklarasi
Deklarasi MRC dohelat pada 17 September 2017 di Wisata Ketep Pass. Puncak kebesaran MRC saat itu mencapai 120 motor yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta, karena saat itu juga belum ada komunitas motor sejenis yang bersifat independent. Hingga terus berjalan dengan agenda-agenda positifnya seperti kopdar mingguan dan touring akhir bulan. MRC tetap eksis hingga 2021 ini, dan kini beranggotakan sekitar 70 member yang tersebar di Magelang, Muntilan, Borobudur, Temanggung, Klaten, dan Yogyakarta.
“Tantangan terberat saat ini ada banyak, namun MRC tetap yakin kami akan tetap ada dan tak akan pernah punah karena MRC adalah akar dan induk dari komunitas Yamaha Maxi Series independent di wilayah Magelang. MRC sangat bangga dan bersyukur bisa melahirkan dan menginspirasi banyak komunitas sejenis. Mereka ada dan tetap saudara kami walau beda bendera,” jelas Joe.
Kunci dasar kesuksesan MRC adalah Solid, Konsisten, Komitmen, dan Berprinsip Kuat menjaga persatuan dan kesatuan. Dan tetap kompak di masa-masa sulit sekalipun, seperti saat pandemi. Di mana perekrutan anggota baru lebih sulit dan kegiatan dibatasi oleh pemerintah demi keselamatan dan kesehatan bersama.
“MRC selama pandemi hanya tidur, bukan mati dan kami akan bangkit berjaya lagi setelah pandemi usai. Bendera MRC tetap berkibar walau untuk sementara kami banyak mengurangi agenda kumpul (jumpa langsung), namun untuk kegiatan-kegiatan sosial kami tetap berjalan. Dan tetap silatirahmi secara virtual,” pungkas Joe. (Maston/Foto: MRC)
-> Ternyata Ini Arti Warna Hijau dan Biru pada Rambu Petunjuk Arah






