Car NewsHighlightNews

PBOIN Hadirkan Wadah & Sarana Perjuangan Bengkel UMKM di Indonesia

Persatuan Bengkel Otomotif Indonesia (PBOIN) hadir sebagai wadah dan sarana untuk mendorong kemajuan bengkel dengan skala UMKM

Autoride-  Soal kesejahteraan dan minimnya perhatian dari pemerintah mendorong pengusaha bengkel skala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bergabung dalam Persatuan Bengkel Otomotif Indonesia (PBOIN).

“Banyak tantangan yang dihadapi para pelaku usaha bengkel otomotif (kendaraan) dan bengkel bagian-bagian kendaraan di masa sekarang dan yang akan datang,” kata Ketua Umum PBOIN Hermas E. Prabowo.

Your Community Partner

Diharapkan PBOIN menjadi solusi dan menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bengkel kecil dan para pekerjanya.

–> The Max Olenger’s Community Rayakan Ultah Pertama di Kopdargab IMBI Jabodetabekten

PBOIN-2
Masih banyak pelaku bengkel UMKM yang tidak mendapat perhatian

“Saat ini sekitar 95 persen pelaku usaha bengkel kendaraan dan bagian-bagiannya di Indonesia adalah skala UMKM,” kata Hermas. “Dari total sedikitnya 400.000 unit usaha bengkel yang tersebar di sekitar 81.616 desa di Indonesia,” tambahnya.

Menurut Hermas, bengkel skala UMKM ini menyerap setidaknya 2 juta tenaga kerja terampil dan menjadi gantungan hidup bagi lebih dari 5 juta jiwa. Tidak heran, ungkap Hermaas, bengkel UMKM ini menjadi penopang ekonomi nasional, dari aspek penyerapan tenaga kerja hingga pengentasan kemiskinan.

“Tidak hanya manfaat ekonomi. Layanan perawatan dan perbaikan kendaraan juga menjamin kenyamanan berkendara, kelancaran mobilitas dan transportasi, juga dukungan terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional,” paparnya.

Your Community Partner

Hingga 2021, tercatat ada 140 juta unit kendaraan bermotor. Sekitar 85 persen sepeda motor dan sebagian besar menjalani perawatan dan perbaikan di bengkel UMKM. Tapi sayangnya, masih banyak usaha bengkel otomotif/kendaraan dan bagian-bagiannya dalam skala UMKM itu, sebagian besar masih belum mampu mensejahterakan para pelakunya.

Faktor penyebabnya seperti akses permodalan yang tidak mudah, kesulitan akses terhadap suku cadang umum atau tertentu, rendahnya skill dan kompetensi serta pengetahuan teknik otomotif, kesulitan akses peralatan kerja tertentu sebagai dampak proteksi dan secara umum masih rendahnya tingkat kesejahteraan.

“Konsekuensi dari semua itu adalah usaha bengkel UMKM tidak bisa tumbuh, maju, sehat dan berkelanjutan. Banyak usaha bengkel UMKM di Indonesia yang timbul – tenggelam,” katanya.

–> Review Nissan Magnite 2021: Tren SUV Bermesin Kecil

Kondisi seperti ini, kata Hermas, tidak baik bagi kelangsungan usaha bengkel di Tanah Air dan perekonomian nasional.

“PBOIN adalah wadah berhimpun dan sarana perjuangan para pengusaha bengkel otomotif UMKM untuk mewujudkan iklim usaha yang kondusif, menguntungkan dan mensejahterakan para pelaku usaha dan pekerja bengkel secara berkesinambungan,” tandasnya. (Foto: Istimewa)

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *