AHPC Nganjuk Resmi Deklarasi, Fokus Pada Kegiatan Sosial
AllNew Honda PCX Community (AHPC) Nganjuk resmi deklarasi ke publik. Deklarasi AHPC Nganjuk digelar di Wisata Edukasi Manyung di Bagor, Nganjuk, Jawa Timur.
Autoride – Setelah melalui lika liku perjalanan yang cukup panjang, akhirnya AllNew Honda PCX Community (AHPC) Nganjuk memberanikan diri untuk melakukan deklarasi pada Minggu, 30 Januari 2022 lalu.
Deklarasi AHPC Nganjuk memang sangat istimewa dan menjadi moment yang mengundang banyak perhatian para riders. Hadiri para riders dari berbagai wilayah AHPC yang berada di area Jawa Timur. hadir pula riders dari NTB (Nusa Tenggara Barat), juga hadir perwakilan dari Pengurus Pusat di acara deklarasi AHPC Nganjuk.
Perwakilan AHPC yang hadir antara lain ada dari AHPC Mojokerto, AHPC Sidoarjo, AHPC Pasuruan, AHPC Gresik, AHPC Surabaya, AHPC Madura, AHPC Semarang, AHPC Batang, AHPC Pekalongan, AHPC Cirebon, AHPC Region NTB, AHPC Region Jakarta, AHPC Tangerang, AHPC Region Banten, AHPC Region Jawa Barat, AHPC Depok, AHPC Karawang, dan AHPC Bogor.
Sedangkan bikers dari luar AHPC ada perwaklan dari Honda PCX Sidoarjo Independen (HPSI), Komunitas Honda PCX Indonesia (KHPI) Sidoarjo, PSS Sorebaja, HPSC Surabaya Raya, Honda PCX Club Indonesia (HPCI) Kediri, KHPC, PCX Riders Indonesia (PRI) Solo, POIN, dan Warung Tangguh.
-> Deklarasi YNCI Gayo Lues Sukses Digelar
“Awal mula terbentuknya AHPC Nganjuk, kita lebih dulu bentuk tim baksos yang khusus untuk kegiatan sosial. Karena saya hobi motor dan kebetulan juga tahun 2018 sudah masuk klub, cuma akhirnya saya keluar terus membentuk tim baksos yang memang anggotanya sebagaian dari klub lama saya,” buka Tatik Sujono, Ketua AHPC Nganjuk.
“Saya memutuskan masuk AHPC karena di AHPC tidak ada tarikan (iuran) yang harus diserahkan ke pusat. Untuk masuk AHPC cuma sekali registrasi dan tidak perlu mengisi kas tiap bulannya yang harus disetor ke Pengurus Pusat. Yang pasti untuk keuangan, total dikelola wilayah. Jadi di sini wilayah bisa berkembang, bukan pusat saja yang berkembang. Itu alasan kenapa saya memilih AHPC Indonesia,” sambungnya.
Sesuai dengan tujuan dibentuknya AHPC Nganjuk, Tatik menyebut jika dirinya bersama para membernya tetap akan fokus pada kegiatan sosial atai baksos (bakti sosial). Club ini memang dibuat dengan konsep yang buat beda dari wilayah lain.
-> Ulang Tahun ke-2 Komunitas Motor Box (KOMBO) Balikpapan Dihadiri Ratusan Bikers
“Karena saya ingin membentuk AHPC Nganjuk sebagai salah satu klub yang gak cuma nongkrong ngopi, kumpul konvoi, tapi ada kegiatan yang lebih bermanfaat yaitu dengan kegiatan baksos. Ingat, terkadang kita lupa karena terlalu jauh melihat ke atas, tapi sayangnya kita lupa melihat ke bawah. Artinya, Alhamdulillah kita dikasih badan sehat, anggota tubuh normal, punya sesuatu yang lebih dibanding orang-orang yang di sekitar kita,” jelas Tatik.
Dalam mengembangkan klub yang dipimpinnya, Tatik punya visi “Bedo Jalur Tetep Dulur”. Yang punya arti meski punya pemikiran dan jalan yang berbeda, tapi tetap ada dalam satu lingkup keluarga. Di mana mereka bukan cuma sebatas klub motor, tapi disini mereka sudah seperti keluarga.
“Kami saat ini memang baru ada 10 member. Yang stay di Nganjuk ada 5 member, lainnya ada di luar Nganjuk. Yang pasti sambil memperkenalkan AHPC Nganjuk dengan kegiatan sosial, kita mengalir saja yang penting tetap kompak. Sedikit member tapi kompak,” tegas Tatik yang juga sebagai Pengurus dan Pengelola Tim Baksos Kota Angin saat berbincang dengan Autoride. (Maston/Foto: istimewa)
-> Aspira Sponsor di Tim Balap Gresini Racing MotoGP
Susunan Kepengurusan AHPC Indonesia Wilayah Nganjuk
Watiwil (Penasehat): Budi Santoso
Korwil (Ketua): Tatik Sujono
Wakorwil: Supriyadi
Bendaha: Ibnu
Humas: Dika
Divisi Touring: Toyib
Multimedia: Yoga








