Kesan Para Pembalap di Ajang MOMRC
MOMRC yang menjadi salah satu slot balap di ISSOM selalu memiliki banyak kejutan pada setiap putarannya. Lalu bagaimana komentar para pembalap MOMRC?
Autoride – Bicara balap Indonesia Sentul Series Of Motorsport (ISSOM), tentu tak bisa lepas dari Mercedes One Make Race Championship (MOMRC). Di mana balap mobil-mobil Mercedes-Benz tersebut dikemas unik oleh sang promotor Iswachyudhi. Sehingga mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para pembalap MOMRC.
Pria yang akrab disapa Yudhi tersebut memang punya selera tersendiri dalam menyajikan balapan. Tentu hal ini yang tidak dimiliki oleh para penyelenggara balap lainnya. Terutama soal keberadaan tropi untuk para pembalap yang selalu hadir dengan membawa kejutan berbeda pada setiap serinya.
Hal itu tentu tidak hanya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Yudhi. Namun juga bagi para pembalap yang terlibat di dalamnya. Seperti yang diutarakan oleh Deo Popong dan Soni. Dalam sebuah wawancaranya dengan Autoride, kedua pembalap tersebut mengungkapkan rasa kagumnya akan balapan MOMRC.
“Balapan MOMRC cukup menarik. Dari sisi promotornya juga sangat bagus. Pak Yudhi sangat mendukung dan menyokong para pembalap yang pakai mobil Mercedes-Benz dengan membarikan wadah untuk balapan,” buka Deo Popong.

“Dari segi tropi juga sangat unik dan kreatif, karena setiap seri pasti selalu berbeda. Bahkan di akhir musim juga ada best mekanik, yang mana ini tidak ada di promotor balap lain di ISSOM. Semoga MOMRC sukses dan eksis terus,” papar Deo yang musim 2024 mendatang mengutarakan keinginannya untuk kembali turun balap MOMRC di Kelas Avantgarde.
Deo sendiri pada MOMRC tahun 2022 berhasil menyabet Gelar Juara Umum pada kelas Avantgarde dengan mobil W201 3200 cc. Dan tahun 2024 ini Deo berhasil meraih Juara Umum kelas 3000 Master pada ajang balap ETCC.
Hal sama juga disampaikan oleh Sony, pemabalap MOMRC yang turun di Kelas SC6 Elegance. Menurutnya, MOMRC menjadi salah satu ajang balap yang keren karena bisa menjadi naungan para pembalap yang masih pemula maupun yang sudah profesional. Terutama untuk para pecinta mobil Mercedes-Benz.
“Saya sangat mengapreasi dari mulai kelas-kelas yang dilombakan sampai dengan desain-desain tropi yang beragam dan selalu berbeda dari setiap putaran. Mulai dari tokoh seorang ibu sampai dengan cerita pewayangan berhasil dituangkan oleh Om Yudhi ke dalam bentuk tropi.”
“Dengan piala yang kreatif dan inovatif, bagi saya tidak ada kata-kata yang bisa saya ucapkan. Om Yudhi bisa mengemasnya sedemikian rupa, tidak hanya sekadar balapan tapi disitu menyiratkan sebuah arti dari menangnya sebuah perlombaan,” jelas Sony. (Maston/Foto: Dok. MOMRC)




