CommunityHighlightMotorcycle Community

SMI Serang Rayakan Ultah ke-3, Ada Aksi Sosial dan Pesta DJ

Supermoto Indonesia (SMI) Serang merayakan hari jadinya yang ketiga tahun pada tanggal 13 Juli 2024 lalu dengan berbagai kemeriahan.

Autoride – Pantai Pondok Cherry Carita yang terbilang cukup bersahabat dengan airnya yang tenang dan tidak berombak besar menjadi lokasi digelarnya acara ulang tahun ketiga Supermoto Indonesia (SMI) Serang belum lama ini.

Sebelum mencapai puncak acara, agenda diawali dengan melakukan kegiatan sosial. Di mana pada agenda baksosnya, panitia melakukannya dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim-piatu yang berada di kawasan lokasi acara.

Your Community Partner

Puncak acaranya dibikin klimaks oleh lantunan musik dari DJ Abira dan Nona Ayu, serta penampilan Dewi dan Tya. Mereka mampu membuat para bikers yang hadir dari berbagai wilayah larut dalam kemeriahan.

Kurang lebih 400 bikers hadir memadati lokasi event. Ada dari SMI Banten, perwakilan Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Tak kurang dari 40 komunitas independent yang ada di Banten dan Bogor juga tak ketinggalan dalam momen spesial ini.

“Di acara ini kami mengusung tema sepi ing pamrih rame ing gawe, sengsekerta asli dari Serang yang bermakna saling bantu tanpa pamrih. Semoga SMI serang semakin solid kompak dan jaya, serta menjadi contoh komunitas yang patuh kepada UUD dan menjadi pelopor keselamatan berkendara,” ujar Ndut, Ketua SMI Serang.

“Suatu kehormatan bagi kami SMI Serang di acara ulang tahun kali ini bisa dihadiri secara langsung Ketua Umum Nasional Supermoto Indonesia om Irwan Hardiyanto (Tato),” imbuh Ndut kepada Autoride.

Your Community Partner

SMI Serang sendiri berawal dari tahun 2018 yang hanya ketemu di tempat nongkrong dan ngopi. Namun karena kesamaan hobi motor dan touring, akhirnya berdiri Supermoto Serang Banten. Namun tidak bertahan lama, akhirnya mereka diajukan dari SMI Pandeglang untuk menjadi chapter Serang. Tahun 2021 baru menjadi SMI Serang dengan deklarasi pada 07 April 2021.

“Paling sulit membina sebuah komunitas adalah mengilangkan egois agar terciptanya komunikasi yang baik sesama kepengurusan dan member,” pungkas Ndut yang menyebut komunitas yang dimpimpinnya ini sudah memiliki 45 member. (Maston/Foto: ist)

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *