5 Tips Aman Berkendara di Jalan Raya
Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian tertinggi ke-8 di Indonesia. Berikut tips aman berkendara di jalan raya.
Autoride – Di Indonesia, 77% kecelakaan yang terjadi di jalan raya melibatkan sepeda motor. Bahkan dari data yang dihimpun oleh Michelin, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian tertinggi ke-8 di Indonesia. Untuk itu, para pegendara harus memperhatikan banyak tips cara aman berkendara di jalan raya.
Data juga menyebut, sekitar 14% pengemudi yang mengalami kecelakaan adalah pengemudi di bawah umur 17 tahun. Selain pengemudi, 23% penumpang yang mengalami kecelakaan juga berusia kurang dari 17 tahun. Mayoritas korban kecelakaan lalu lintas berusia 15-19 tahun (SMP-SMA).
Untuk menekan jumlah kecelakaan di Indonesia, Michelin mengadakan kelas safety riding khusus bagi para pengendara wanita, khususnya para ibu dan siswi SMA. Melalui rangkaian kegiatan ini, Michelin berkomitmen untuk menekankan pentingnya keselamatan berkendara yang harus ditanamkan sedari dini, sehingga baik penumpang maupun pengemudi kendaraan bisa meminimalisir risiko insiden di jalan.
Dalam hal ini, Michelin turut memaparkan 5 tips yang harus diperhatikan agar aman berkendara di jalan raya.
1. Hindari penggunaan gawai atau earphone
Penggunaan HP di jalan bisa meningkatkan risiko kecelakaan hingga 2-8x lipat.
2. Patuhi peraturan lalu lintas
Tiga penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas:
– Menerobos lampu merah
– Mengendarai kendaraan dengan lawan arus (contra flow)
– Melanggar rambu-rambu lalu lintas
3. Gunakan gear yang lengkap
Penggunaan gear dan perlindungan yang lengkap, seperti helm berstandar SNI, sabuk pengaman, sepatu, dsb.) bisa meminimalisir risiko terluka ketika terjadi insiden di jalan raya.
4. Hindari berkendara di medan atau cuaca ekstrem
Cuaca ekstrem kini semakin sering melanda Indonesia. Untuk itu, penting untuk memilih medan yang aman ataupun menunda berkendara hingga cuaca ekstrem berlalu.
5. Melakukan perawatan kendaraan secara berkala
Menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan, sebanyak 80% faktor kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh pecah ban. Hal ini terjadi karena masalah kekurangan tekanan ban. (Maston/Foto: ist)




