MotoGP Mandalika Libatkan 3 Ribu Marshal
Setiap penyelenggaraan MotoGP Mandalika dibutuhkan ribuan orang yang didalamnya termasuk melibatkan ratusan marshal atau petugas sirkuit.
Autoride – Salah satu komponen yang paling penting dalam penyelenggaraan MotoGP adalah keberadaan mrshal. Marshal adalah orang-orang yang bertanggung jawab untuk memastikan jalannya balapan di sirkuit berjalan lancar dan aman. Tak terkecuali saat MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandlika yang juga dilengkapi ratusan marshall profesional.
Marshal bisa dikatakan merupakan pahlawan di balik layar dalam setiap balapan seperti MotoGP, Formula 1 mauupun balap lainnya. Marshal memiliki peran yang sangat vital dalam mengawasi situasi lintasan balap dan mengambil tindakan jika terjadi insiden.
Marshal bekerja sama dengan tim keselamatan, petugas medis, dan penyelanggara balapan untuk menghindari risiko kecelakaan dan menjaga keamanan pembalap serta kru lainnya. Mereka juga bertugas memantau situasi di sirkuit, menangani insiden kecelakaan, menyingkirkan kendaraan yang mogok, serta memberikan bantuan dalam situasi darurat.
Marshal juga harus siap menghadapi situasi darurat lainnya seperti kebakaran atau tumpahan oli di sirkuit. Selain itu, tugas marshal juga mengibarkan bendera untuk memberi isyarat kepada pembalap tentang kondisi balapan, seperti bendera kuning (waspada), bendera merah (balapan dihentikan), atau bendera biru (israyat kepada pembalap tertentu agar memberi jalan).

Lalu bagaimana dengan marshal di Sirkuit Mandalika?
Eddy Saputra selaku Deputy Olahraga Sepeda Motor IMI Pusat menyebut di Sirkuit Mandalika setidaknya ada 17 pos inti. Dalam setiap gelaran MotoGP Mandalika, melibatkan setidaknya 290 marshall. Setiap chief di pos marshall tidak akan diganti saat sepanjang balapan MotoGP berlangsung. Namun kalau anggota bisa saja ganti.
“Marshal terima perintah dari race control. Misal saat ada insiden cara angkatnya pembalapnya bagaimana, atau saat ada oli tercecer apa yang dipakai pakai untuk menghilangkannya, pakai air sabun atau bagaimana. Intinya bagaimna menangani cepat saat ada insiden di sirkuit,” papar Eddy.
Sementara menurut Priandhi Satria selaku Direktur Utama MGPA, menyebut jika para marshal akan diberikan pelatihan ecara intensif. Bahkan 2 atau 3 sebelum MotoGP berlangsung mereka akan diberikan pelatihan. “Dan beberapa hari menjelang MotoGP ada lagi pelatihan dan ada simulasi seperti balap sungguhan,” katanya.
“Jumlah marshal kalua dari MGPA 2.750 sampai tiga ribu orang termasuk petugas keaamanan, petugas medis saja bisa sampai 150 orang. Kita selalu siapkan 20 persen cadangan. Semuanya volunteer, ini 95 persen dari masyarakat NTB. Proses recruitment selalu kita mulai dari dusun terdekat dari sirkuit. Yang pasti dasri lingkungan sirkuit sudah kita ambil semua,” pungkasnya. (Maston/Foto: Cover Antara)




