Demoris Pandiangan Jadi Orang Pertama di Indonesia Balapan Pakai Mercedes-Benz A45 AMG
Christian Demoris Pandiangan tampil beda dengan menggeber mobil balap Mercedes-Benz A45 AMG di Putaran 3 dan Putaran 4 Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2025.
AUTORIDE.CO.ID – Memasuki Putaran 3 dan Putaran 4, Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2025 baru saja usai digelar di Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada akhir pekan kemarin, Sabtu-Minggu, 25-26 Oktober 2025. Di MFOS 2025 kali ini, Christian Demoris Pandiangan dai Indostar Motorsport Racing Team menggeber mobil balap Mercedes-Benz A45 AMG.
Turun di kelas Kejurnas 3600cc, pada Putaran 3 yang dilangsungkan (25/10), Demoris harus menelan pil pahit karena gagal finish atau DNF. Dirinya terlibat kecelakaan saat ditabrak pembalap lain. Hal ini berdampak pada Putaran 4 di hari inggu (26/10) yang membuat Demoris harus start dari posisi grid 10.
“Pada Putaran 1 dan Putaran 2 di bulan Juli saya mendapat podium 4 dan 2. Pada Putaran 3 saya gagal finish atau DNF karena crash ditabrak pembalap lain. Karena waktu perbaikan yang tidak cukup maka pada Putaran 4 saya harus start dari posisi 10 dan berhasil naik podium kelima,” ujar Demoris.
Hal menarik lainnya dari keikutsertaan Demoris adalah karena dia mengandalkan mobil balap Mercedes Benz A45 AMG. Demoris menjadi orang pertama di Indonesia yang pakai Mercedes Benz A45 AMG untuk balapan. Menurutnya, mobil ini basicnya memang diciptakan untuk street racing, namun tetap bisa dipakai untuk keperlan harian.
“Mesin khas AMG dengan spek yang memang standar balap, membuat Mercedes Benz A45 AMG minim modifikasi untuk dijadikan mobil balap di Mandalika, sehingga secara cost kita sangat efisien,” tegas Demoris.
Seri Pemungkas MRS 2025, Astra Honda Racing Team (AHRT) Kembali Andalkan Kecepatan CBR Series


“Dibilang mobil premium mungkin karena mobil Mercedes-Benz ini dengan spek AMG yang pastinya punya kelas dan penggemar tersendiri. Tapi kalau dibilang pembalap yang berani modifikasi mobil AMG dan turun di balap mungkin baru saya,” papar Demoris dengan bangga.
“Kebanyakan mungkin mobil-mobil AMG banyak berkeliaran di jalan atau mengikuti kontes/show automotive atau sekadar nongkrong on the road, tetapi belum tentu memodifikasi mobil AMG untuk balapan resmi, apalagi ke balapan di Sirkuit Mandalika yang terkenal challenging dan karakter sirkuit yang tricky,” jelas Demoris.
Meski ini merupakan tahun pertama menggunakan mobil balap tersebut, Demoris mengaku performa mobil sejauh ini sangat memuaskan. Baginya, tidak ada kendala yang berarti saat diandalkan di tengah lintasan balap.
“Tim Indostar Motorsport juga sangat efektif dan memahami karakter mobil ini, maka bisa membantu saya mancapai target waktu. asilnya dari Putaran 1 sampai Putaran 4 saya bisa memperbaiki waktu dari 2.07 menit per lap manjadi 2.01 menit per lap. Target saya untuk mencapai waktu di bawah 2 menit per lap lap agar bisa bersaing dengan pembalap lain di peringkat 3 besar,” harapnya.
Selain itu, ada alasan tersendiri mengapa Demoris memilih Mercedes-Benz A45 AMG untuk dipakai balap ketimbang hanya igunakan sebagai pajangan atau car contest saja.
Pengiriman Perdana AION UT Dilakukan Mulai Oktober 2025


“Mercedes Benz AMG adalah model buatan AMG, biasanya merupakan varian paling mahal dan berperforma paling tinggi dari tiap kelas mobil buatan Mercedes-Benz, makanya saya percaya karakter AMG sangat cocok untuk dinikmati balapan bukan sekadar jalan-jalan santai atau ikut car contest.”
“Saya mengamati belum ada pengguna Mercedes-Benz AMG yang turun balap langsung di sirkuit, tentunya mobil saya sekarang menjadi pembeda sendiri diantara mobil-mobil lain yang sudah ikut balapan seperti BMW dan Honda,” ujanya.
Sementara itu, misi lainnya adalah ingin mengajak penggemar Mercedes-Benz AMG untuk berani menikmati dan memodifikasi mobilnya buat balapan, bukan hanya menjadikan mobil AMG sebagai teman nongkrong untuk sarapan pagi.
Lalu apa alasan Demoris memutuskan terjun ke dunia balap?
“Sebenarnya saya tidak pernah ingin jadi pembalap, awalnya karena saya dan om Arie Aumos punya mimpi balapan pakai AMG, kita bangun A45 AMG dimana om Arie akan jadi pembalapnya. Karena ISSOM tidak ada kepastian jadwalnya, kemudian pindah ke Mandalika. Om Arie memutuskan untuk balap menggunakan mobil yang biasa balap di ISSOM dan akhirnya saya “dipaksa” ikut balapan dengan A45 AMG. Boleh dibilang “kecebur” sekalian tenggelam di dunia balap,” pungkas Demoris. (Maston/Foto: Dok. Demoris)
Beragam Program Seru Hadir di Permata Bank GJAW 2025






