Perjuangan Teh Mira Menjadi Driver Perempuan yang Mandiri Bersama inDrive
Di tengah hiruk pikuk jalanan Kota Bandung, semangat Kartini masa kini tercermin dalam sosok Teh Mira, seorang driver perempuan inDrive.
AUTORIDE.CO.ID – Teh Mira, seorang driver perempuan inDrive yang menjalani peran sebagai ibu sekaligus tulang punggung keluarga. Sebagai ibu tunggal (single mom) dengan tiga anak, perjalanan hidupnya tidaklah mudah. Namun dari balik kemudi, ia membuktikan bahwa perempuan juga mampu mandiri dan mengambil kendali atas hidupnya.
Sebelum bergabung sebagai driver, kehidupan Teh Mira jauh dari kata mudah. Ia mengandalkan pekerjaan antar-jemput anak sekolah di sekitar rumahnya, dengan penghasilan yang sering kali tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Dulu penghasilan dari antar-jemput saja itu tidak cukup. Biaya sekolah anak kadang nunggak, cicilan motor juga sempat tertunda,” kenang Mira.
Kondisi tersebut mendorongnya untuk mencari peluang lain. Hingga akhirnya, ia mengenal inDrive, platform mobilitas dan pengiriman global yang memberinya kesempatan mulai bekerja dengan proses yang mudah, namun tetap melalui tahapan seleksi yang ketat untuk memastikan kualitas dan latar belakang driver yang bergabung. Keputusan itu menjadi titik balik dalam hidupnya.
Sejak bergabung pada November 2024, perubahan mulai terasa perlahan namun pasti. Kini, Teh Mira bisa menjalani hidup dengan lebih tenang. Kebutuhan anak-anaknya terpenuhi, cicilan yang dulu sempat tertunda kini sudah lunas, bahkan ia mulai merencanakan pindah ke tempat tinggal yang lebih layak.
“Alhamdulillah, setelah bergabung dengan inDrive, kondisi ekonomi saya jauh lebih stabil. Sekarang tidak pernah ada tunggakan lagi, kebutuhan anak juga tercukupi,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Sebagai seorang perempuan yang bekerja di jalanan, tentu ada tantangan tersendiri. Rasa khawatir akan keamanan hingga stigma dari lingkungan sempat ia rasakan di awal. Namun, tekad untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya membuatnya tetap melangkah.
Bagi Teh Mira, menjadi driver bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga bentuk keberanian untuk keluar dari zona nyaman sebuah refleksi dari semangat emansipasi perempuan yang diperjuangkan oleh R.A. Kartini. “Menurut saya, perempuan itu harus kuat dan berani. Kita juga bisa bekerja dan mandiri, apalagi untuk keluarga,” tuturnya.
Salah satu hal yang membuat Teh Mira bertahan dan merasa nyaman adalah sistem yang ditawarkan oleh inDrive. Fleksibilitas menjadi kunci, di mana ia bisa mengatur waktu kerja tanpa harus meninggalkan perannya sebagai ibu. Ia memulai hari setelah mengantar anak sekolah, berhenti sejenak untuk menjemput mereka, lalu kembali bekerja hingga sore hari.
Tak hanya itu, model bisnis inDrive yang memberikan kebebasan bagi driver untuk memilih order juga menjadi nilai tambah tersendiri. Dengan begitu, Ia dapat menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi dan kenyamanan di lapangan.
Namun yang paling dirasakan manfaatnya adalah dari sisi penghasilan. inDrive menghadirkan skema komisi yang rendah, sehingga driver dapat membawa pulang lebih banyak dari hasil kerja mereka. “Potongan di inDrive itu kecil, jadi penghasilan yang saya terima lebih besar dan sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari.” jelasnya.
Di tengah perjalanan hidup yang penuh tantangan, Teh Mira tetap berdiri tegak sebagai perempuan yang tidak menyerah. Baginya, Hari Kartini bukan sekadar peringatan, tetapi pengingat bahwa perempuan memiliki kekuatan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
“Untuk perempuan di luar sana, terutama single mom, tetap semangat. Jangan menyerah dan berani mencoba hal baru. Kita harus kuat untuk keluarga,” pesannya.
Kisah Teh Mira menjadi bukti bahwa semangat Kartini terus hidup dalam wujud yang berbeda di jalanan, di balik kemudi, dan dalam setiap usaha seorang perempuan untuk bangkit dan mandiri. Bersama inDrive, ia tidak hanya bekerja, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik, satu perjalanan dalam satu waktu. (Maston/Foto: ist)
IMX 2026 Series Siap Sambangi Jogja, Prambanan Heritage Meet Up




