Rifat Sungkar Sebut Peran Navigator Sangat Penting di Kejurnas Sprint Rally Batang 2026
Rifat Sungkar menilai karakter sirkuit KITB di Batang tempat berlangsungnya Kejurnas Sprint Rally 2026 akan menguji kemampuan teknis sekaligus konsentrasi para pereli.
AUTORIDE.CO.ID – Pereli nasional sekaligus mentor SIMPATI Woman Rally Team (SWRT), Rifat Sungkar, menilai karakter Sirkuit Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) akan menguji kemampuan teknis sekaligus konsentrasi para peserta di Putaran 4 Kejurnas Sprint Rally Batang 2026.
“Lintasan KITB ini karakternya cepat, tetapi bukan berarti bisa dilewati hanya dengan mengandalkan keberanian. Ada tikungan patah, tikungan beruntun, kemudian perubahan elevasi dengan bagian naik dan turun. Pereli harus benar-benar jeli melihat kondisi lintasan dan mengeluarkan seluruh skill mengemudi yang dimiliki,” ujar Rifat Sungkar.
Menurut Rifat, peran navigator juga akan sangat menentukan, terutama dalam kondisi debu yang dapat mengganggu visibilitas.
“Navigator harus sangat detail dan presisi dalam membuat maupun membaca pacenote. Ketika lintasan cepat dan pandangan bisa terganggu debu, komunikasi antara pereli dan navigator harus semakin akurat. Kesalahan kecil dalam membaca pacenote bisa berdampak besar karena lintasannya tidak terlalu lebar,” lanjutnya.
Bagi SWRT, kehadiran di putaran 4 ini bukan semata-mata mengejar hasil individu. Perolehan poin secara tim menjadi fokus utama yang ingin dibangun melalui performa konsisten ketiga perelinya. Karena itu, Diva, Patricia, dan Larasati diharapkan mampu menjaga ritme sejak Special Stage (SS) awal hingga SS terakhir dan meminimalkan kesalahan yang dapat mengganggu perolehan poin tim.
“Kami ingin ketiga pereli SWRT bisa tampil konsisten. Target kami adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin sebagai tim. Jadi bukan hanya melihat siapa yang finis paling depan, tetapi bagaimana Diva, Patricia, dan Larasati sama-sama bisa menyelesaikan setiap SS dengan performa terbaik dan memberikan kontribusi bagi tim,” kata Rifat.
Di tengah target tim tersebut, Rifat juga berharap Diva Zahra dapat kembali mempertahankan konsistensinya di persaingan papan atas. Dalam beberapa putaran sebelumnya, Diva menunjukkan kemampuan untuk bersaing di antara para pereli yang mayoritas didominasi peserta pria.
“Diva sudah menunjukkan bahwa dia mampu bersaing di papan atas bersama para pereli pria. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana dia bisa menjaga konsistensi tersebut. Setiap putaran pasti memiliki tantangan berbeda, dan Sirkuit KITB akan menjadi ujian berikutnya untuk melihat bagaimana dia membaca lintasan, mengelola kecepatan, dan menjaga konsistensi dari SS ke SS,” pungkas Rifat Sungkar yang juga bakal turun balap bersama navigator El Mayka Sungkar. (Maston/Foto: ist)


