4 Lady Bikers YNCI Touring ke Aceh, Satu Diantaranya Bawa Bocah 6 Tahun
Touring jarak jauh lintas pulau kini tak hanya dilakukan bikers pria. Namun lady bikers YNCI Padang Panjang ini juga tak mau kalah.
Autoride – Yeni Susmita, lady bikers YNCI Padang Panjang bersama ketiga rekannya melakukan touring jarak jauh ke Tugu 0 KM Sabang, Aceh. Selain Yeni, juga ada Christin, Mimi, dan Dezy. Keempat lady bikers tersebut berasal dari chapter berbeda.
“Pertamanya saya tidak punya rencana untuk touring, Jumat malam tanggal 21 Januari kami kedatangan tamu 3 lady bikers dari YNCI Jakarta (Christin), YNCI Tangerang Selatan (Mimi), dan YNCI Lombok (Dezy) serta 1 orang anak-anak umur 6 tahun yang mau touring ke Sabang. Saya iseng nanya boleh ikut nggak, ternyata teman-teman antusias ngajak saya ikut,” buka Yeni mengawali pembicaraannya dengan Autoride.
Dari Panjang Panjang, Yeni beserta para lady bikers lainnya memulai perjalanan pada tanggal 22 Januari 2022. Bagi Yeni, touring kali ini memang membutuhkan waktu yang lama. Pada tanggal 4 Februari 2022 dirinya baru tiba kembali ke Padang Panjang. Sementara ketiga rekannya melanjutkan riding ke daerahnya masing-masing.
Dari Padang Panjang, mereka mengambil jalur lewat jalur barat melalui Bukit Tinggi, Lubuk Sikaping, Roa, Panyabungan, Padang Sidempuan, Sibolga, Barus, Subulu Salam, Tapak Tuan, Meulaboh, Gunung Geurutee, Banda Aceh, Pelabuhan Ulee Lheue Sabang dan tiba di Tugu 0 KM Sabang.
-> Supermoto Indonesia (SMI) Semarang Ditunjuk Jadi Korwil Jateng – Yogyakarta

“Kami pilih rute barat karena jalannya bagus dan tidak terlalu ramai serta sepanjang jalur yang dilalui disuguhi pemandangan pantai yang bagus,” ujar Yeni yang mengaku dirinya memang sudah tak muda lagi. Ya, Yeni sudah berusia setengah abad.
Jalur pulangnya, Yeni memilih rute lewat Lhokseumawe, Binjai, Medan, Siantar, Rantau Prapat, nyebrang ke Samosir, Si Bea Bea, Air Terjun Escrava, Puncak Tele, Dolok Sanggul, Tarutung, Siborong-Borong, Padang Sidempuan, Rokan Hulu, Ujung Batu, Pasir Pangaraian dan keluar Simpang Patin, Kelok 9, Payakumbuh, Bukit Tinggi dan kembali ke Padang Panjang.
“Karena kami semua perempuan, mungkin di sana spesialnya sepanjang jalan banyak yang heran. Mana udah ibu-ibu semua. Diantara semua saya yang paling tua dan dua diantara kami udah jadi nenek saya dan Tante Christin. Saya sudah umur 50 tahun. Tante Christin 47 tahun, Tante Mimi 37 tahun, dan paling muda Tante Dezy 35 tahun,” urai Yeni.
-> Pertamina Sponsor Utama MotoGP Indonesia

Sepanjan perjalanan touring memang cukup melelahkan. Namun hal itu terobati dengan hamparan alam yang membuat mata mereka dimanjakan pemandangan pantai yang indah. Seperti Pulau Weh Sabang di titik nol, Danau Toba yang elok, pemandangan di SiBea Bea, Air Terjun Escrava, dataran tinggi tertinggi Elle. Bahkan Yeni menyebut inilah perjalanan yang paling mengesankan bagi dirinya selama menjadi bikers.
“Di Banda Aceh kami juga ke Mesjid Raya, kapal terapung, dan museum Tsunami. Kami juga bersilaturahmi ke chapter-chapter YNCI di setiap kota yang kami lewati. Tujuan touring selain melihat keindahan jalur yang dilewati juga mampir ke Tugu 0 KM serta ziarah ke makam Malikussaleh di Louksumawe. Touring sambil berwisata,” jelas Yeni.
“Pengalaman touring kali ini begitu berkesan, karena jalur yang dipilih terbilang ekstrim dan menguji nyali berkendara. Tapi di balik ekstrimnya jalur Sumatera lintas Barat tersimpan pemandangan yang komplit. Dari gunung, danau, pantai, sungai. Makanya jalur ini yang kita ambil, saya berharap untuk para Ladys biker baik itu YNCI maupun club lain bisa mencoba jalur ini. Dengan catatan kendaraan harus benar-benar siap, serta fisik harus benar-benar fit. Selain itu, menghitung waktu dan jarak juga harus dipertimbangkan,” pungkas Yeni.
Keempat lady bikers juga menyempatkan diri berkunjung ke Museum Kerajaan Samudera Pasai untuk melihat kisah peradaban Islam di abad ke-7. (Maston/Foto: Dok. Yeni)
-> Galeri Foto: Ultah ke-8 Jazz Fit Club (JFC) Priangan Timur




