Pertama di Asia Tenggara, Jokowi Resmikan Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang
Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan pabrik baterai mobil listrik yang bertempat di Karawang, Jawa Barat
Autoride- Indonesia sangat serius dalam menyongsong era elektrifikasi di masa depan. Hal tersebut dibuktikan lewat peresmian pembangunan pabrik baterai mobil listrik Hyundai-LG di Tanah Air. Hebatnya, groundbreaking pabrik baterai Hyundai-LG tersebut diklaim sebagai yang pertama di Asia Tenggara.
Memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, Jokowi menyebut Indonesia punya modal kuat sebagai produsen utama baterai di masa depan. “Saya yakin dalam tiga sampai empat tahun, melalui manajemen pengelolaan yang baik, Indonesia akan menjadi produsen utama produk-produkbarang jadi berbasis nikel, yaitu baterai lithium, baterai listrik, dan baterai kendaraan listrik,” kata Jokowi seperti disiarkan di akun Youtube Sekretariat Presiden.
–> September Ceria, Servis Motor di Bengkel Resmi Yamaha Ada Diskon 50%
Menurut Jokowi peresmian pabrik ini menjadi bukti keseriusan pemerintah atas hilirisasi industri. Dengan strategi negara untuk keluar secepatnya dari jebakan negara pengekspor bahan mentah, melepaskan ketergantungan produk impor dengan mempercepat revitalisasi industri pengolahan sehingga memberi nilai tambah ekonomi semakin tinggi.

Hilirisasi seperti pembangunan pabrik baterai ini dikatakan Jokowi dapat meningkatkan nilai tambah bijih nikel. Setelah diolah menjadi sel baterai nilainya bisa bertambah 6-7 kali lipat dan jika menjadi mobil listrik dapat meningkat sampai 11 kali lipat. Lebih lanjut, pemerintah dikatakan bakal memberi kemudahan buat para pelaku usaha dan investor untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha di dalam negeri.
Produksi baterai di tahun 2024
Groundbreaking pabrik baterai Hyundai-LG ini merupakan kelanjutan dari MoU antara Hyundai dan LG pada 28 Juli lalu yang disaksikan berbagai menteri. Dalam MoU itu telah disebutkan kedua pihak akan mendirikan pabrik di Karawang New Industrial City dengan investasi US$1,1 miliar.
Menurut keterangan resmi Sekretariat Presiden, pabrik baterai ini merupakan milik HKML Battery Indonesia. Nantinya, pabrik ini memiliki kapasitas maksimal 10 GWh per tahun dan sanggup menyuplai lebih dari 150 ribu unit mobil listrik per tahun. Baterai yang dihasilkan berupa jenis lithiom-ion NCMA yang digunakan khusus untuk mobil listrik platform Electric-Global Modular Platform (E-GMP).
–> Waspadai Efek Buruk Sering Telat Ganti Oli Gardan Motor Matik
E-GMP bukan cuma digunakan untuk memproduksi mobil listrik Hyundai, tetapi juga Kia. Hyundai Motor Group sudah menargetkan menghasilkan lebih dari 23 model mobil listrik dan menjual 1 juta unit mobil listri per tahun pada 2025. Dan menurut rencana, pembangunan pabrik bakal selesai pada awal 2023, kemudian produksi massal dimulai pada awal 2024. Pabrik mobil Hyundai yang sudah berdiri di Indonesia akan mulai memproduksi mobil listrik pada Maret 2022. (Foto: Sekretariat Presiden)



