CommunityHighlight

Kata Para Bikers Soal Fenomena Citayam Fashion Week (CFW)

Citayam Fashion Week (CFW) kini tengah viral di kalangan masyarakat. Lalu bagaimana tanggapan para bikers.

Autoride – Citayam Fashion Week (CFW) menjadi fenomena baru di Indonesia, khususnya Jakarta. Kepopuleran ajang tersebut hingga kini masih menjadi perbincangan masyarakat luas. Namun kemunculan para remaja dari wilayah Citayam, Bojonggede, dan Depok yang seakan menginvasi DKI Jakarta itu dengan memadati kawasan Jalan Sudirman di Dukuh Atas tersebut tak pelak mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Sebagian masyarakat ada yang mendukung, namun tak sedikit pula yang mencibir. Apalagi kegiatan mereka yang menggunakan zebra cross sebagai ajang fashion turut menyumbang kemacetan. Lalu bagaimana tanggapan para bikers mengenai fenomena Citayam Fashion Week?

Your Community Partner

Berikut rangkuman pendapat bikers yang berhasil Autoride himpun.

-> Pentingnya Pemanasan Sebelum Berkendara Sepeda Motor

Citayem Fashion Week (CFW)

1. Wardhani (Bang Dhani) Ketua Yamaha R25 Owners Indonesia (YROI).
“Sebenarnya sejak awal kegiatan mereka positif saja, mereka nongkrong bukan untuk mabuk-mabukan, tapi sekadar santai, berpenampilan seadanya dan sesuai kemampuan budget mereka, dibuat konten sampai akhirnya viral di hampir semua media sosial.

Persoalan itu muncul setelah ada istilah Citayam Fashion Week (CFW) di mana mereka menggunakan zebra cross sebagai catwalk, karena banyak artis ikutan latah akhirnya semakin banyak pula warga lain yang penasaran ingin nonton atau ikut-ikutan buat konten dan bergaya-gaya di sana, membuat kerumunan, dan bahkan kemacetan jalan. Banyak diantaranya tidak lagi memperdulikan protokol kesehatan, padahal Pemda setempat sudah mengingatkan bahwa kegiatan ini pun tidak mengantongi ijin. Ditambah lagi aksi mereka di zebra cross kerap menghalangi pengendara yang melintas. Ini sangat mengganggu ketertiban apalagi dilakukan sampai melewati batas jam malam hingga akhirnya dibubarkan aparat keamanan. Kita sama-sama tahu bahwasanya pandemi ini memang sudah relatif melandai, PPKM sudah turun pada level 1, tapi bukan berarti kita semua boleh abaikan protokol kesehatan.

Your Community Partner

Harapan saya, silahkan berekspresi tapi tetap jaga selalu ketertiban dan kenyamanan serta hormati hak-hak orang lain. Mungkin bisa juga nantinya dilokalisir di tempat lain dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.”

-> Muschap GCN Jakarta Berlangsung Damai

2. Baba Zeal (Founder Yamaha Lexi Community Indonesia (YLCI)Yamaha Lexi Community Jakarta (YLCJ) dan juga Fazzio Owner Club Indonesia (FOCI).
“Kalau menurut saya ini sebenarnya kreativitas anak-anak muda yang mungkin karena keterbatasannya untuk ikut fashion show di atas catwalk jadi mereka realisasikan di jalan raya. Sebenarnya ada juga kota-kota lain yang juga mengadakan kegiatan seperti ini, kalau tidak salah Banyuwangi Fashion Festival, tapi mungkin ini bedanya Citayam Fashion Week mereka pakai zebra cross di sekitaran Jalan Jendral Sudirman sekitaran Stasiun Dukuh Atas, yang mana itu juga jalan utama menuju Blok M.

Menurut saya pemerintah kota ada baiknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan seperti ini yang mungkin akan menjadi daya tarik wisatawan juga nantinya, mungkin bisa dikemas dengan lebih baik misalnya di kawasan jalan yang mungkin bukan jalur utama yang bisa digunakan mereka untuk lenggak-lenggok tidak di atas zebra cross. Jadi kegiatan mereka tidak menggangu para pengendara lain yang ingin melalui jalan tersebut untuk beraktivitas. Salah satu contoh mungkin di area kota tua yang jalurnya sekarang sudah sebagian dialihkan fungsikan, atau mungkin tempat-tempat wisata seperti Ancol.

Jadi bukan dilarang tapi lebih dialihkan dan diarahkan seperti balap liar yang sekarang sudah dikemas baik oleh Kepolisian dan IMI yang akhirnya sekarang ada street race di sebagai ajang balap resmi.”

-> Mobil Listrik DFSK Tampil di PEVS 2022

3. Zidriwan (Ketua R15 V3 Indonesia (RVI) Jakarta Barat)
“Saya turut senang ruang publik seperti kawasan SCBD dan Dukuh Atas ramai, kalau riding lewat kawasan Sudirman pun ada tontonan menarik.

Tapi jangan sampai mengganggu pengguna kendaraan mobil dan motor yang melintas kawasan itu, apalagi menggunakan zebra cross untuk catwalk. Mereka mestinya harus sadar ada pengguna jalan lain yang akan melintas, jadi jangan sampai menyebabkan kemacetan.

Semoga pihak pemerintah setempat bisa memberi solusi tempat agar kegiatan tersebut tidak menggunakan zebra cross sebagai catwalk dan aparat yang bertugas bisa menertibkan agar kegiatan tersebut tidak menggangu pengguna kendaraan mobil dan motor yang melintas.” (Maston/Foto:Kompas)

Sharing is Caring

One thought on “Kata Para Bikers Soal Fenomena Citayam Fashion Week (CFW)

  • Terima kasih atas informasinya sangat bermanfaat sukses selalu Salam sehat

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *