Carro Terima Investasi Strategis dari Woori
Carro menerima investasi strategis dari Woori, menutup rekor tahun fiskal 2024 dengan pertumbuhan EBITDA 11 kali lipat dari tahun ke tahun.
Autoride – Investasi strategis ini menandai kesepakatan tahap akhir yang pertama Woori Venture Partners di Asia Tenggara, mempererat kemitraannya dengan Carro yang tengah gencar meningkatkan rencana ekspansinya di seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia
Carro, platform jual beli mobil bekas online terbesar dengan pertumbuhan paling cepat di Asia Pasifik, mengakhiri tahun 2024 dengan kuat, setelah mencapai EBITDA sebesar 43 juta dolar Singapura (32 juta dolar AS) dan margin EBITDA sebesar 4%,berdasarkan angka tahun fiskal 2024 yang telah diaudit.
Margin Laba Kotor tahun fiskal 2024 meningkat menjadi 12%, didukung oleh kombinasi ekspansi margin pasar yang kuat, pertumbuhan pendapatan tambahan yang dipimpin oleh ekosistem dan optimalisasi produktivitas. Dalam 12 bulan terakhir, Carro memperluas kehadirannya ke tujuh pasar, dari Asia Tenggara hingga ke HongKong dan Jepang.
Bisnis fintech Carro, Genie Financial Services, mencatat pertumbuhan yang baik di seluruh wilayah dan menjaga rasio kredit macet (Non-Performing Loans/NPL) di bawah 0,5%, yang jauh lebih baik daripada tolok ukur industri. Total pinjaman yang diberikan tumbuh menjadi 496 juta dolar Singapura (370 juta dolar AS).
“Kami mampu menumbuhkan volume kami dengan persentase dua digit hingga mencapai rekor, kami telah dan akan terus berfokus pada peningkatan profitabilitas, nilai seumur hidup pelanggan di seluruh ekosistem kami, kecepatan perputaran persediaan dan produktivitas. Hal ini berarti membangun dan memanfaatkan lebih banyak data dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan Machine Learning,” ujar Aaron Tan, co-founder dan Group CEO dari Carro.
Melalui investasi strategis terbaru dari Woori Venture Partners, Carro menargetkan untuk tumbuh lebih jauh dipasar Asia Tenggara, terutama di Indonesia, di mana Woori memiliki kehadiran yang kuat. Ukuran pasar mobil bekas di Indonesia diperkirakan mencapai 56,3 miliar dolar AS pada tahun 2024, dan diperkirakan akan mencapai 74,4 miliar dolar AS pada tahun 2029, menurut sebuah studi oleh Mordor Intelligence.
Didukung oleh ekonomi yang kuat dan terus bertumbuh, semakin banyak masyarakat Indonesia yang siap menjadi pemilik mobil, namun kurangnya pembiayaan yang terjangkau telah menghalangi banyak rumah tangga bahkan kelas atas sekalipun untuk memiliki mobil.
“Kami senang dan bangga karena telah melampaui target awal kami yaitu pertumbuhan EBITDA 10 kali. Fokus kami terhadap kualitas pendapatan dan pendapatan berulang telah menghasilkan penurunan 92% dalam kerugian operasional yang dilaporkan dan hampir mencapai laba operasional positif. Bahkan ketika kas dari kegiatan operasional kami berubah menjadi positif, kami terus waspada akan likuiditas dan telah membangun dana cadangan lebih dari 400 juta dolar Singapura dalam bentuk kas dan fasilitas yang belum ditarik,” papar Ernest Chew, Chief Financial Officer dari Carro.
“Woori Venture Partners terus menjadi pemimpin modal ventura di tingkat global dengan mendukung para pendiri bisnis yang luar biasa dan bisnis-bisnis berkelanjutan di seluruh dunia melalui investasi kami di Carro. Kami sangat senang menjadi mitra strategi Carro dan membantu Carro mencapai tahap pertumbuhan berikutnya, pungkas Alan Ang, Direktur dari Woori Venture Partners. (Maston/Foto: ist)





