Car RacingHighlightRacing

Balapan Formula E Mulai Gunakan Bahan Bakar Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) dan Tenaga Surya

Ajang balap Formula E terus memperkuat posisinya sebagai olahraga paling berkelanjutan di dunia melalui berbagai inisiatif sosial dan lingkungan.

Autoride – Kepedulian Formula E terhadap sosial dan lingkungan mulai ditunjukkan saat gelaran Miami E-Prix 2025 pada 11 – 12 April 2025 lalu. Dalam ajang balap tersebut, para pembalap tampil menggunakan kombinasi energi terbarukan seperti bahan bakar hydrotreated vegetable oil (HVO) dan tenaga surya.

Program unggulan seperti FIA Girls on Track juga turut memaparkan 120 peserta perempuan kepada dunia balap, sementara Better Futures Fund memberikan hibah €25.000 kepada Sprout Up untuk proyek taman komunitas. Forum Change. Accelerated. Live Miami juga menghadirkan para pemimpin pemikiran dari berbagai sektor untuk membahas inovasi berkelanjutan.

Your Community Partner

Keterlibatan komunitas menjadi fokus utama melalui kolaborasi dengan Miami Lighthouse for the Blind, yang menghadirkan pengalaman multisensori bagi siswa tunanetra.

Miami E-Prix 2025

Program FPL Electrathon juga mendorong siswa SMA membangun gokart listrik sebagai bagian dari pembelajaran STEM, dan The Inspiration Hour dengan melibatkan 300 pemuda lokal untuk mengenal lebih dekat dunia motor sport dan keberlanjutan.

Sementara itu, saat ABB FIA Formula E World Championship kembali ke Miami untuk pertama kalinya sejak Musim 1 pada tahun 2015, balapan perdana ini dilangsungkan di Homestead-Miami Speedway.

Di balapan yang penuh aksi ini, Pascal Wehrlein tampil cermat dengan menjaga posisinya di belakang rekan setimnya yang juga pemimpin lomba saat itu, Antonio Felix da Costa, menjelang akhir balapan.

Pascal Wehrlein jawara Formula E Miami 2025

Wehrlein sempat memimpin balapan sebentar sebelum Da Costa kembali menyalip berkat Attack Mode, yang musim ini tak hanya memberi tenaga ekstra 50 kW, namun mengubah mobil Gen3 Evo menjadi berpenggerak 4 roda dan memberi akselerasi maksimal.

Your Community Partner

Balapan sempat dihentikan sementara karena tabrakan yang dialami Jake Hughes, Maximilian Guenther, dan Mitch Evans. Setelah balapan berlanjut dengan standing start, Wehrlein langsung mengaktifkan Attack Mode kedua. Wehrlein langsung menyalip pembalap Mahindra, Nyck de Vries dan juga rekannya Da Costa.

Juara Dunia bertahan tersebut sebenarnya melintasi garis finis di posisi kedua setelah disalip oleh pole-sitter Norman Nato di lap terakhir. Namun Nato tidak sempat menghabiskan Attack Mode sebelum finis, yang membuatnya dihukum penalti waktu 10 detik dan Wehrlein resmi dinyatakan sebagai pemenang. (Maston/Foto: ist)

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *