Kejurnas Sprint Rally 2025 Majalengka, Heru Eurostar: Fokus Bidik Prestasi Pereli Muda
Sirkuit Grand Kertajati Aerocity, Majalengka yang menjadi tuan rumah Putaran 1 Kejurnas Sprint Rally 2025 diguyur hujan deras disertai angin kencang pada Jumat, 18 April 2025.
Autoride – Meski dengan kondisi trek yang kurang apik, Heru Rubyanto selaku pemilik Eurostar Racing Team mengaku optimis para pembalapnya bisa tampil dengan hasil memuaskan di Putaran 1 Kejurnas Sprint Rally 2025 yang digelar di Sirkuit Grand Kertajati Aerocity, Majalengka, Jawa Barat. Finish dengan catatan waktu terbaik menjadi harapan Heru yang menurunkan 7 pembalap sekaligus.
Berbagai persiapan juga sudah dilakukan Heru beserta timnya. Mulai dari menjalani test track pada Selasa, 15 April 2025 lalu hingga yang paling penting adalah settingan terbaik dari setiap mobil balapnya.
“Di Putaran 1 Kejurnas Sprint Rally 2025 ini kita persiapannya sudah oke. Cuma mungkin karena memang kontur treknya yang dibilang jelek juga tidak, tapi karena saat kita test track cuma beberapa mobil dan kali ini dimasuki banyak mobil jadi baru kelihatan mana saja yang titik-titik yang basah dan berlumpur,” ujar Heru.
Terlebih lagi, kata Heru, setiap pembalap juga memiliki karakter dan cara yang berbeda-beda dalam memilih titik mana dari trek yang dilalui saat survei. “Jadi ketika satu titik sudah jadi lubang, pembalap lain geser lagi ke titik lain dan menimbulkan lubang baru. Lama-lama lubangnya jadi banyak,” katanya.

Dari pantuan Autoride yang hadir langsung di Sirkuit Grand Kertajati Aerocity, memang banyak pembalap yang mobilnya nyangkut. Bahkan harus menurunkan mobil evakuasi untuk memberikan pertolongan. Meski demikian, semua pembalap tak gentar untuk tetap melakukan survei trek. “Karena survei itu kan kewajiban, minimal sekali dia harus melakukan survei, singkat Heru.
“Untuk persiapan kita Alhamdulillah oke, meskipun saat survei mobil Subaru juga sempat nyangkut. Tapi karena kita bawa mobil untuk evakuasi jadi tidak halangan untuk survei. Tinggal persiapan aja untuk race besok”.
“Hanya BMW E46 saja yang belum selesai persiapan karena baru banget jadi, sehingga kita mesti bener-bener maksimalin lagi setup ECU-nya. Karena ahlinya gak ikut ke sini, jadi kita harus remote setup. Setiap ada apa-apa kita remote. Saya mesti ngabarin apa pun yang terjadi di mobil ini. Yang penting mobil ini enak dipakai,” jelas Heru.

Sementara itu, mengenai target tim, Heru mengegaskan fokus utamanya adalah mengejar prestasi untuk para pereli muda didikannya. “Pembalap yang muda-muda agar bisa lebih berprestasi. Dari semua pembalap Eurostar Racing Team tidak ada kendala apa-apa, mereka fun saja ngejalani balapan kali ini. Pereli wanitanya meski nyangkut saat survei juga cuek saja.”
“Jujur ya, kalau hujan deres malah seru, tapi asal bukan hujan yang bikin banjir. Karena ketika trek kena air, akan bikin balapan dan persaingan semakin fight. Seperti di kelas grup R, ada 11 mobil yang semua pembalap sudah senior-senior. Jadi kesimpulannya, hujan maupun gak hujan kita siap tempur.”
“Kita sudah siapin semuanya. Ban yang kita siapin untuk putaran ini juga sedikit, cuma 18 ban untuk 7 mobil. Biasanya 1 mobil kita siapin 18 ban. Jadi memang kita siap dan sudah tahu strateginya seperti apa, langkah di trek seperti apa dan mesti gimana kita sudah tahu,” tutup Heru. (Maston/Foto: Tono)



