Kejurnas Sprint Rally 2025 Jalak Harupat: Athalla Punya Cara Jitu Jaga Mental Sebelum Balap
Pereli muda Athalla Keandra Ghalin Farras siap menghadapi tantangan di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2025 yang berlangsung di Jalak Harupat.
Autoride – Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2025 berlangsung di Kawasan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat pada akhir pekan ini, 09 – 11 Mei 2025 yang diikuti sebanyak 120 pereli terbaik Tanah Air. Pereli Eurostar Racing Team, Athalla Keandra Ghalin Farras menjalani babak shakedown pada Jumat, 09 Mei 2025.
Turun di Kelas F1 dengan mengandalkan geberan Proton New Saga, Athalla berhasil mengantongi kecepatan 01menit 53.5detik. “Hasilnya menurut aku udah oke lah untuk main aman dan untuk pertama kali main tarmac itu udah bagus banget,” buka Athalla yang didampingi navigator senior Adi Wibowo.
Meski demikian, Athallah tidak mau menganggap balapan enteng. Dengan persaingan yang super ketat, dirinya tetap berupaya untuk memberikan penampilan terbaik dan berharap bisa membawa pulang hasil maksimal untuk dirinya dan tim. Untuk itu, Athalla juga melakukan pembelajaran dari berbagai lini untuk bisa mengasah skill di rally tarmac yang memang hal baru baginya.

“Aku lebih sering nonton di Youtube seperti balap WRC. Aku juga nontonin SS-SS Asphalt-nya yang full. Terus nontonin onboard-nya Meikarta, ngeliat cara ngambilnya. Karena kan secara teknisnya sama chichane-chicane gitu, belokan tajem. Tapi nomor satu harus siap mental,” tegas Athalla.
Buat menjaga mood dan mental, pereli yang sangat menggemari grup band Sheila On 7 ini juga punya jurus jitu. Sebelum balapan dimulai, ada Teknik khusus yang dilakukan Athalla agar tidak grogi serta mental terus berada dalam keadaan optimal.
“Untuk menenangkan mental, sebelum balapan, setiap kali masuk mobil balap aku dengerin lagu dulu. Biasanya mix antara lagu-lagu Sheila On 7 atau lagu metal dan lagu jazz. Antara tiga itu lah.”
“Terus persiapan lainnya kalua untuk rally tarmac paling fitting jok dan suspension height. Soalnya di balap aspal atau tarmac perlu lebih banyak downforce. Jadi joknya harus direndahin dikit, biasanya dua bolt,” pungkasnya. (Maston/Foto: Dok. Eurostar Racing Team)



