Car RacingHighlightRacing

Dari Mobil Bermasalah Hingga Kembali Menikmati Kecepatan, Kisah Comeback Victor di Kejurnas Sprint Rally Semarang 2026

Victor Loreno K kembali ke ajang balap sprint rally nasional setelah hampir tiga dekade absen, tampil bersama Gazpoll Racing Team di Semarang.

AUTORIDE.CO.ID – Nama Victor Loreno K kembali menghiasi lintasan balap sprint rally nasional setelah hampir tiga dekade absen dari dunia yang pernah membesarkan namanya. Kerinduan untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi akhirnya terwujud saat dirinya tampil pada Putaran 2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally 2026 yang berlangsung di Sirkuit POJ City, Semarang, Jawa Tengah, pada 6-7 Juni 2026.

Pada ajang tersebut, Victor berduet dengan navigator debutan Dimas Adhi S dan memperkuat Gazpoll Racing Team. Keduanya mengandalkan Toyota Corolla DX yang turun di Group R Kelas R1.

Your Community Partner

Namun perjalanan comeback Victor ternyata jauh dari kata mudah. Bahkan tantangan sudah dimulai sejak Kamis (4/6), saat dirinya pertama kali mencoba Toyota Corolla DX yang digunakan untuk berlaga.

Victor mengaku harus beradaptasi dari nol karena selama ini memorinya masih melekat dengan mobil BMW yang sering kali dibawa main drifting saat ini.

“Muscle memory saya masih BMW. Jadi saat pertama kali mencoba Corolla DX, rasanya mobil sulit dikontrol. Sempat melintir beberapa kali dan saya merasa mobil tidak memiliki grip yang cukup,” ungkap Victor.

Tak hanya masalah handling, berbagai kendala teknis juga langsung muncul. Mobil mengalami overheat akibat kipas pendingin yang tidak berfungsi, kopling slip, hingga sejumlah setelan suspensi yang belum optimal. Bahkan menurut Victor, mobil tersebut sebenarnya belum sepenuhnya siap untuk balapan karena belum menjalani proses pengujian menyeluruh.

“Saya yang pertama kali mengetes mobil itu. Belum ditimbang, belum tes bounce, rebound, travel suspensi, camber dan lainnya. Jadi saya yang memberikan masukan satu per satu kepada tim mekanik,” jelasnya.

Your Community Partner

Meski demikian, Victor memilih untuk tidak banyak menuntut. Baginya, target utama saat itu hanyalah membawa mobil hingga garis finis. Ia bahkan sempat meminta tim untuk tidak mengganti kopling yang bermasalah. Namun dukungan besar datang dari Putra (Subhana Mahaputra) dan para mekanik yang tetap bekerja hingga larut malam demi memastikan Corolla DX bisa tampil maksimal.

Kerja keras tersebut berlanjut hingga menjelang lomba. Gearbox yang semula menggunakan konfigurasi lima percepatan akhirnya diganti menjadi empat percepatan setelah ditemukan kendala saat proses pengujian.

Saat memasuki SS1, Victor mengaku masih menganggapnya sebagai sesi latihan. Selain belum sepenuhnya percaya diri dengan karakter mobil, masalah kembali muncul ketika sistem Electronic Power Steering (EPS) mendadak mati sehingga setir terasa sangat berat.

Meski demikian, perlahan Victor mulai menemukan ritme balapnya. Pada SS2 dirinya mulai memahami karakter Corolla DX dan mampu mengeluarkan performa yang lebih baik.

“Saya mulai paham cara membawanya. Setelah ketemu ritmenya, mobil mulai nurut dan saya bisa lebih percaya diri,” katanya.

Di tengah proses adaptasi tersebut, Victor dan Dimas juga sempat terkena penalti akibat terlalu cepat masuk ke area time control (TC). Situasi itu terjadi karena baik Victro maupun Dimas masih minim pengalaman di ajang balap reli.

Sejatinya, semula Victor berencana tampil bersama navigator langganannya, Ardesta Krishna. Namun tujuh hari sebelum lomba, Ardesta terpaksa mengundurkan diri karena harus mendampingi kedua anaknya yang sedang menjalani perawatan akibat sakit.

Memasuki SS3 dan SS4, performa Victor semakin meningkat. Ia mulai memahami grip mobil, karakter suspensi, hingga teknik terbaik untuk melibas setiap tikungan.

Meski sempat kehilangan waktu akibat kesalahan pemilihan gigi di SS3, Victor menilai proses adaptasi yang dijalani sepanjang akhir pekan menjadi pengalaman berharga.

“SS2 sampai SS4 sebenarnya sudah tidak ada masalah lagi. Mobil sudah enak, setir normal, dan tidak ada drama. Buat saya ini comeback yang sangat menyenangkan,” tutup Victor.

Kembalinya Victor Loreno ke lintasan reli nasional bukan hanya menjadi cerita tentang hasil akhir, tetapi juga tentang semangat seorang pereli yang tetap menjaga kecintaannya terhadap olahraga ini meski harus menunggu hampir tiga dekade untuk kembali bersaing. (Maston/Foto: Dok. Victor)

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *