Car RacingHighlightRacing

Skuad Jangkar Biru Volcano Cellindo Naik Podium Kelas Neraka, Duel Seru di Kejurnas Sprint Rally Semarang

Jangkar Biru Volcano Cellindo Racing Team mampu lepas dari tekanan atmosfir duel di Putaran 3 Kejurnas Sprint Rally 2025 di Sirkuit POJ City Semarang, Jawa Tengah.

AUTORIDE.CO.ID – Diantara 136 starters dari berbagai kelas dan group lomba, eksistensi tim asal Bandung, Jangkar Biru Volcano Cellindo dengan formasi perally dan speed offroader senior Muhammad Yassin Kosasih, H Ali Nurdin dan M Haryasandy mampu lepas dari tekanan atmosfir duel neraka Group M dan R, khususnya kelas M1 dan R2.

Yassin Kosasih yang berpasangan dengan Edwyn Tedja harus memacu maksimal tunggangan Mitsubishi Evo-9 nya menyusul problem mesin Mirage Proto saat menjalani practise di hari Kamis (29/5), 2 hari sebelum lomba. Upaya dengan mengerahkan skill driving-nya membuahkan hasil bagi Yassin Kosasih.

Your Community Partner

Sempat terpuruk di posisi bawah Kelas M1 karena melintir di awal SS1 dan kehilangan grip saat melibas belokan licin, sehingga kehilangan waktu sampai 38 detik, Yassin Kosasih secara sensasional mampu memperbaiki waktu 33 detik di SS2 hingga mampu merangsek lagi di pertarungan 5 besar Kelas M1 pada hari pertama balapan Jumat (31/5).

Skuad Jangkar Biru Volcano Cellindo Racing Team

Lebih fantastis lagi saat memasuki SS3 di hari kedua Minggu (01/6), CEO tim berwarna biru berlogo Jangkar Biru ini memacu Evo 9 lawasnya hingga menorehkan waktu 3 menit 59 detik dan mengamankan posisi 4 walau harus bertukar posisi dengan rekan setimnya yaitu H Ali Nurdin yang berpasangan dengan pembalap nasional Irvan Fauzi.

“Tidak bisa saya pungkiri, saya sempat kecewa dengan problem oil pump sehingga harus mengistirahatkan Mirage Proto yang saya andalkan untuk Kejurnas Sprint Rally musim ini. Usai practise dadakan saya minta kepada team mekanik untuk mendatangkan Evo 9 dari Jakarta sebagai mobil pengganti untuk duel neraka M1,” ungkap Yassin Kosasih.

“Setelah beberapa jam kemudian Evo 9 datang ke lokasi dari Jakarta, saya dan navigator fokus untuk bisa melibas SS gravel cepat POJ City Semarang ini dengan maksimal dengan mobil paling lawas di kelas M1. No problem, strategi sudah disepakati bersama navigator dan Alhamdulillah bisa mencapai 4 besar di akhir lomba,” papar Yassin.

Yassin Kosasih (kiri) dan Edwyn Tedja

“Sempat tertinggal di jajaran bawah pertarungan M1 karena melintir di SS1, namun saya bejek gaspol Evo 9 hingga limit dan 3 SS selanjutnya saya mampu mengejar catatan waktu yang seharusnya diraih sejak awal. Hampir 38 detik saya tertinggal di SS1, beruntung bisa saya kejar SS demi SS bahkan di SS terakhir saya sempat overshoot di tikungan jelang finish. Alhamdulillah, bisa 4 besar juga di akhir lomba,” ucap Yassin ikut memungkas obrolan dengan awak media dan insan-insan sosmed yang hadir di paddock

Your Community Partner

Ali Nurdin yang membesut mobil Mitsubishi Evo 10 juga sempat kehilangan ritme driving saat melibas kawasan SS bagian selatan dan banyak kehilangan waktu di SS2. Yassin Kosasih dan Edwyn Tedja akhirnya mampu mempertahankan posisi hingga memasuki parc ferme di akhir SS4 yang merupakan SS pamungkas kejurnas sprint rally Jateng.

Pertarungan di kelas M1 sendiri akhirnya dimenangkan oleh Bintang Barlean dengan Yaris Proto dengan tim Dewa United x MSRT, disusul oleh Egon Nasution dan Gerry Rosanto dari 73 Garage dengan mobil balapEvo 10 dan Andy Yusrizal serta Denny Danismar dari team Dewa United x MSRT yang membesut Subaru.

Ali Nurdin membesut mobil Mitsubishi Evo 10

Nasib kurang beruntung dialami perally wanita Banteng Motorsport Canya Prasetyo yang berpasangan dengan navigator veteran M Herkusuma yang harus melibas SS terakhir dengan 2WD karena kerusakan drive-shaft Evo 10. Sehingga harus keluar dari perebutan podium dengan H Ali Nurdin. Keduanya terpaut selisih waktu tipis pasca SS3 sebelumnya.

“Saya baru adaptasi dengan tunggangan Evo 10 saat sesi practise. Bersyukur saya bisa menyesuaikan dengan karakter mobil rally seperti ini karena biasanya bertarung di Group Jip. Menyenangkan bisa ikut meramaikan kelas M1 yang merupakan kelas neraka di ajang sprint rally,” ujar Ali Nurdin.

“Dan Alhamdulillah, saya mampu berdiri di podium 5 dari total 9 perally M1. Pencapaian yang di luar dugaan bagi saya dan navigator. Kita jumpa lagi nanti di putaran selanjutnya di Jabar”, imbuh Ali Nurdin yang juga sosok Kabid Olah Raga Mobil IMI Jabar saat ini.

Ali Nurdindan Irvan Fauzi

Sedangkan andalan ke-3 dari team Jangkar Biru Volcano Cellindo adalah duet M Haryasandy dan Dwi Prasetyo yang membejek gas Toyota Corolla KE70 bermesin 4 AGE black-top. Sejak awal lomba Haryasandy yang juga putra dari Yassin Kosasih ini mampu memperlihatkan determinasinya di duel neraka 13 mobil di kelas R2 yang dipenuhi oleh driver-driver rally senior.

Terus improve dalam catatan waktu setiap SS, Haryasandy akhirnya mampu mempertahankan posisinya di ranking 4 sejak akhir SS3. Haryasandy yang juga perwira muda Polri ini terus tampil konsisten hingga SS terakhir dan menutup hasil akhir di posisi 4 kelas R2.

“Kalau saya sempat alami kesulitan dalam mengembangkan kecepatan di awal lomba hari pertama. Tapi tim mekanik mampu mengatasi faktor kendala mesin dan suspensi saat mulai melibas SS2 hingga SS terakhir. Ini yang membuat saya bisa improve signifikan dalam raihan waktu tiap SS. Beruntung juga 2 perally senior alami kendala teknis dan dari posisi 5 saya bisa bisa bertengger di posisi 4 di podium,” pungkas Haryasandy saat bincang bareng media di paddock. (Maston/Foto: Jangkar Biru)

Duet M Haryasandy dan Dwi Prasetyo yang membejek gas Toyota Corolla KE70 bermesin 4 AGE black-top

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *