Rifat Sungkar Bawa Drift Show ke Final Java Drag Record Series 2026
Rifat Sungkar menghadirkan aksi drifting di final Java Drag Record Series 2026 di Lapangan Udara Gading, Gunung Kidul, Yogyakarta.
AUTORIDE.CO.ID – Suara mesin meraung dan ban yang mengeluarkan asap menjadi tontonan berbeda di final Java Drag Record Series 2026 di Lapangan Udara Gading, Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu 3 Oktober 2026. Bukan hanya drag race, ajang ini juga menghadirkan aksi drifting Rifat Sungkar bersama Team RS-Telkomsel 5G pada final Java Drag Record Series 2026.
Rifat hadir sebagai guest star dengan membawa pertunjukan Drift Show. Di hadapan penonton, pembalap nasional tersebut memperlihatkan kemampuan mengendalikan mobil dalam berbagai atraksi drift yang mengandalkan kontrol kemudi, throttle, serta presisi menjaga mobil tetap dalam kondisi oversteer.
Kehadiran Rifat bukan sekadar untuk memberikan hiburan tambahan di tengah kompetisi drag race. Ia membawa gagasan kolaborasi lintas cabang motorsport dengan memperkenalkan drifting kepada komunitas dan penonton yang selama ini lebih dekat dengan drag race.
“Ini adalah upaya untuk membuat motorsport tidak berjalan sendiri-sendiri. Saya ingin membawa drifting ke lingkungan drag race dan menunjukkan bahwa dua disiplin ini bisa saling melengkapi,” ujar Rifat.
Menurut Rifat, drag race memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai olahraga kompetisi, tetapi juga sebagai tontonan yang mampu menjangkau audiens lebih luas.
Selama ini, drag race lebih banyak dikemas dalam perspektif kompetisi. Rifat melihat format tersebut masih dapat dikembangkan menuju konsep sport entertainment, dengan menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi penonton tanpa menghilangkan esensi olahraga dan kompetisinya.
“Drag race punya potensi besar. Jangan hanya dilihat sebagai kompetisi, tetapi juga bagaimana membuatnya menjadi sport entertainment. Dengan begitu, yang datang dan menikmati acaranya bukan hanya penggemar motorsport, tetapi juga masyarakat yang ingin mendapatkan pengalaman hiburan,” katanya.
Format kolaborasi tersebut terlihat dalam penampilan Drift Show di final Java Drag Record Series. Aksi drifting menjadi elemen hiburan yang berdampingan dengan ketatnya persaingan para dragster di lintasan.
Menurut Andreas Mozambi, Direktur Vito Indonesia, sebagai penyelenggara Java Drag Record Series, gelarannya ini mendapat respons kuat dari komunitas balap dan juga tak lepas dari dukungan sponsor antara lain Bride IDN, Ekitoyama, BPD DIY, Alpino, JRC, 45 Variasi dan sponsor lainnya.
Sebanyak 972 starter tercatat ambil bagian dalam 34 Kelas yang dilombakan pada putaran final yang memperebutkan Piala KPH Purbodiningrat itu.
Bagi Rifat, tingginya jumlah peserta tersebut menunjukkan besarnya basis penggemar dan pelaku drag race. Potensi tersebut, menurutnya, dapat menjadi modal untuk membawa penyelenggaraan motorsport ke arah yang lebih luas, dengan menggabungkan kompetisi, pertunjukan, komunitas, hingga dapat memberikan pengalaman menonton yang berbeda.
Rifat juga sempat mendiskusikan kemajuan motorsport di Indonesia, khususnya wilayah Yogyakarta, dengan Ketua Umum Pengprov IMI Yogyakarta KPH Purbodiningrat. Kedua tokoh motorsport tersebut sependapat bahwa konsep sport entertainment dapat membuat perkembangan olahraga balap Indonesia lebih baik lagi.
“Konsep sport entertainment, yang menggabungkan berbagai disiplin olahraga dengan hiburan sehingga dapat mendatangkan penonton dari segala lapisan masyarakat ini yang akan menjadi tantangan kita di tahun 2027 nanti,” tutup Rifat.
Kehadiran Team RS-Telkomsel 5G dalam ajang tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah tim motorsport dapat berperan lebih luas dalam membangun ekosistem olahraga otomotif, termasuk membuka ruang kolaborasi antardisiplin.
Melalui Drift Show di final Java Drag Record Series, Rifat tidak hanya mempertontonkan aksi di balik kemudi. Ia juga membawa pesan bahwa masa depan motorsport dapat dibangun melalui kolaborasi lintas disiplin dan kemasan pertunjukan yang mampu menarik penonton lebih luas. (Maston/Foto: ist)




