Rifat Sungkar Tuntaskan Fase Foundation The Legend Continues Di Putaran Final Kejurnas Sprint Rally 2026
Rifat Sungkar dan El Mayka Sungkar tuntaskan balap Kejurnas Sprint Rally 2026 yang berlangsung di Sirkuit POJ City, Semarang, Jawa Tengah.
AUTORIDE.CO.ID – Putaran kelima Kejurnas Sprint Rally 2026 yang berlangsung di Sirkuit POJ City, Semarang, pada 31 Oktober – 1 November 2026, menjadi momentum penting bagi Team RS Telkomsel 5G. Bukan hanya karena menjadi seri penutup kejuaraan musim ini, tetapi juga menandai berakhirnya fase Foundation dalam program pembinaan The Legend Continues, sebuah perjalanan yang disiapkan Rifat Sungkar untuk mengantarkan putranya, El Mayka, meneruskan legacy keluarga Sungkar di dunia motorsport, khususnya cabang rally.
Tahun 2026 merupakan tahun terakhir fase Foundation sebelum El Mayka memasuki fase Transition pada 2027. Karena itu, putaran pamungkas ini menjadi kesempatan bagi Rifat untuk kembali menegaskan sejumlah fondasi penting yang harus dimiliki seorang navigator, yakni komitmen, ketepatan waktu, dan akurasi.
Menurut Rifat, karakter Sirkuit POJ City Semarang yang dikenal memiliki lintasan cepat menjadi tempat yang tepat untuk mengasah ketiga aspek tersebut. Dalam kecepatan tinggi, seorang navigator dituntut memiliki konsentrasi, ketenangan, serta ketepatan dalam menjalankan setiap tugasnya.
“Komitmen, ketepatan waktu, dan akurasi adalah tiga hal yang ingin terus saya tekankan kepada Mayka. Sirkuit POJ City memiliki karakter lintasan yang cepat sehingga menjadi tempat yang tepat untuk mengasah ketiganya. Semua hal itu akan terasah saat melaju dalam kecepatan tinggi,” jelas Rifat.
Namun, pembinaan yang dilakukan Rifat tidak berhenti pada kemampuan teknis membaca dan menyampaikan pace note. Ia juga ingin membentuk mentalitas serta attitude Mayka dalam menjalankan seluruh tanggung jawab sebagai seorang navigator.
Bagi Rifat, tugas navigator memiliki lingkup tanggung jawab yang jauh lebih luas daripada sekadar membuat dan membaca pace note. Seorang navigator harus memahami keseluruhan prosedur kompetisi, mulai dari ketepatan memasuki Time Control (TC), mempersiapkan diri sebelum start, memastikan tidak terjadi kesalahan dalam membaca pace note, hingga mengelola waktu dengan tepat saat mencapai garis finish.
“Dia harus memahami kewajiban seorang navigator. Bukan hanya membuat pace note, tetapi juga tahu kapan harus masuk TC, bagaimana persiapan sebelum start, tidak salah membaca pace note, hingga mengatur waktu saat finish. Semua itu merupakan bagian dari tanggung jawab seorang navigator,” tambah Rifat.
Sepanjang musim 2026, Rifat mengaku puas sekaligus bangga melihat perkembangan El Mayka. Di tengah usianya yang baru menginjak 12 tahun, Mayka dinilai telah menunjukkan perkembangan yang positif, baik dari sisi pencapaian maupun tanggung jawab yang mampu dipikulnya selama mengikuti kompetisi.
“Saya bangga dengan pencapaiannya selama ini. Di usia yang masih sangat muda, 12 tahun, ia sudah dapat memikul tanggung jawab besar seorang navigator. Ini merupakan proses pembelajaran yang sangat penting bagi perjalanan Mayka ke depan,” ungkap Rifat.
Melalui The Legend Continues, Rifat memang tidak menempatkan pencapaian kompetitif sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Program yang mendapat dukungan dari Telkomsel ini dirancang sebagai proses regenerasi yang bertahap, dengan membangun fondasi kemampuan, kedisiplinan, mental, dan karakter sebelum Mayka melangkah ke tahapan berikutnya. Selain Telkomsel, perjalanan Rifat dan Mayka didukung pula oleh BRI, Belkote, Kitawrapin, dan Global Jaya School. (Maston/Foto: ist)
Putaran kelima Kejurnas Sprint Rally 2026 di Semarang pun menjadi penutup penting dari perjalanan fase Foundation. Setelah menyelesaikan tahapan ini, El Mayka akan menghadapi tantangan baru pada fase Transition di 2027, dengan bekal pengalaman dan tanggung jawab yang telah dibangun sepanjang musim kompetisi. (Maston/Foto: ist)


