Sempat Rebut P1, Adi Patriyadi dan Boy Siambaton Harus Puas Finis di Posisi Kelima
Adi Patriyadi dan Boy Siambaton sempat merebut P1 pada hari pertama, namun harus mengakhiri putaran final di posisi kelima.
AUTORIDE.CO.ID – Pereli Adi Patriyadi dan Boy Siambaton mengakhiri penampilannya di putaran final Kejurnas Sprint Rally 2026 dengan menempati posisi kelima. Hasil tersebut cukup disayangkan, mengingat keduanya sempat tampil impresif dan berhasil merebut posisi pertama (P1) pada hari pertama kompetisi.
Putaran terakhir Kejurnas Sprint Rally 2026 berlangsung di sirkuit favorit peserta, POJ City, Semarang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Menghadirkan layout lintasan baru, sirkuit ini mendapat banyak apresiasi dari para pereli, termasuk Adi Patriyadi dan Boy Siambaton yang telah mempersiapkan mobil sejak jauh-jauh hari.
Performa kompetitif langsung diperlihatkan keduanya sejak Special Stage (SS) pertama dengan menempati posisi kedua. Memasuki SS2, Adi dan Boy berhasil meningkatkan performa hingga menggeser Bambang Utomo dan merebut posisi pertama klasemen sementara pada hari pertama.
“Kami mencoba bermain rapi dan dari persiapan mobil sudah sangat baik, karena beberapa minggu sebelumnya Om Barto dan Wawan menyiapkan mobil ini sangat baik. Alhasil bisa merangsek naik ke P1 di hari pertama,” ungkap Boy Siambaton.
Sayangnya, memasuki hari kedua, keberuntungan belum berpihak kepada mereka. Hujan yang mengguyur kawasan POJ City sejak Sabtu sore membuat lintasan masih becek dan berlumpur hingga Minggu pagi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena Adi dan Boy tidak memiliki persediaan ban basah.
Situasi ini membuat performa keduanya menurun dan posisi pertama yang sebelumnya berhasil direbut harus berpindah tangan. Mereka pun turun ke posisi ketiga setelah Bambang Utomo dan Subhana Mahaputra kembali mengambil alih persaingan di barisan depan.
Pada SS4, Adi dan Boy mencoba mengejar ketertinggalan waktu dengan meningkatkan kecepatan. Namun, upaya tersebut justru berakhir kurang menguntungkan setelah roda belakang kanan mobil terlepas dan terlempar. Insiden tersebut membuat keduanya mengalami DNF (Did Not Finish).
“SS 3 trek masih becek berlumpur dan kami tidak memiliki ban basah. Alhasil melorot ke posisi tiga. SS 4 kami mencoba push untuk menipiskan gap waktu, tapi apa daya roda belakang kanan copot dan terbang,” jelas Adi Patriyadi.
Dengan hasil tersebut, Adi Patriyadi dan Boy Siambaton harus puas mengakhiri putaran final di posisi kelima. Hasil ini menjadi penutup perjuangan mereka pada musim Kejurnas Sprint Rally 2026, setelah sebelumnya sempat menunjukkan potensi untuk bersaing memperebutkan posisi teratas.
Meski belum berhasil menutup musim dengan hasil maksimal, keduanya tetap optimistis menatap kompetisi tahun depan. Adi dan Boy memastikan akan kembali fokus di kelas R1 dengan target lebih besar, yakni merebut gelar juara umum kelas R1 pada musim berikutnya. (Maston/Foto: ist)




