HighlightMotorcycle NewsNews

Aptera, Mobil Listrik dengan Tenaga Surya

Perusahaan rintisan asal California, Amerika, Aptera, berharap dapat memulai produksi kendaraan listrik dengan tenaga surya pada akhir tahun 2025.

Autoride – Aptera, yang berkantor pusat di Carlsbad, California, dekat San Diego, telah melalui perjalanan yang sulit. Pertama kali didirikan pada tahun 2006, rencana awal untuk prosuksi kendaraan roda tiga gagal pada tahun 2011, dan asetnya dijual ke perusahaan China yang juga gagal mewujudkannya. Pada tahun 2019, Aptera muncul kembali dan semakin sibuk mengembangkan kendaraan listrik tenaga surya dengan dua tempat duduk.

Kendaraan roda tiga yang sedang dikembangkan ini dikenal sebagai Solar Electric Vehicle (SEV), menawarkan berbagai keunggulan dari segi efisiensi baterai, aerodinamika, material, hingga proses manufakturnya.

Your Community Partner

Aptera membuat banyak klaim besar tentang kendaraan listrik bertenaga suryanya, yang jika benar, akan mewakili perubahan besar dalam cara kita berpikir tentang isu-isu utama seputar kendaraan listrik, seperti jangkauan dan kekhawatiran tentang infrastruktur pengisian daya.

Meskipun Aptera memiliki baterai yang relatif kecil dengan kapasitas yang dapat digunakan sebesar 42,0 kWh, perusahaan tersebut mengklaim jangkauan yang mengesankan sejauh 400 mil (643,738 km). Rangka aerodinamis mobil memainkan peran besar dalam mencapai angka itu, sebelumnya Aptera mengklaim pihaknya menargetkan koefisien hambatan sebesar 0,13 Cd.

Model edisi saat peluncuran awal, seperti pada prototipe, akan memiliki penggerak roda depan dengan pasokan 201 tenaga kuda. Versi berpenggerak semua roda atau AWD (All Wheel Drive) direncanakan akan hadir di masa mendatang, dengan tambahan motor lain yang menggerakkan satu roda belakang.

Meskipun dengan tenaga 201 kuda pon tidaklah banyak, terutama di dunia kendaraan listrik cepat, namun Aptera menggunakan serat karbon untuk mempertahankan bobot kosong yang diklaim sekitar 2.200 pon (sekitar 997,9032 kg). Bodi serat karbon, yang berada di atas sasis aluminium, bersumber dari CPC Group, produsen komposit Italia yang memproduksi komponen serat karbon untuk mobil seperti Lamborghini dan Ferrari.

Your Community Partner

Sementara itu, panel surya yang menutupi bagian luar Aptera diklaim menambah jangkauan sejauh 40 mil (64,3738 km) per hari di negara bagian yang cerah seperti California.

Aptera juga mengklaim kendaraan roda tiga miliknya bisa melaju hingga 60 mph dalam waktu kurang dari 6 detik. Perusahaan berharap dapat memulai produksi kendaraan listrik bertenaga suryanya pada akhir tahun ini dengan harga awal US$40.000, sekitar Rp. 653,334 juta. (Maston/Foto: ist)

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *