Baksos FOCI Jakarta “Cianjur Tidak Sendiri”
Baksos FOCI Jakarta digelar dalam upayanya turut berkontribusi meringankan beban para korban bencana gempa Cianjur yang terjadi pada 21, November 2022 lalu.
Autoride – Bencana gempa Cianjur, Jawa Barat hingga kini masih menyisakan duka. Gempa susulan pun sampai saat ini masih terus dirasakan warga. Ratusan jiwa melayang, rumah-rumah warga pun hancur. Bahkan beberapa diantaranya rata dengan tanah. Hal ini memaksa ribuan orang harus mengungsi. Demi meringankan beban mereka, Fazzio Owner Club Indonesia (FOCI) Jakarta melakukan baksos. Baksos FOCI Jakarta dilakukan pada 4 Desember 2022 di Desa Cibulakan, Kecamatan Cugeunang, Kab Cianjur.
Mengusung tema “Cianjur Tidak Sendiri”, para bikers Yamaha Fazzio ini tak hanya sekadar memberikan donasi, namun juga ingin memberikan semangat dan membantu masyarakat yang menjadi korban gempa bumi. Menjadi target utama adalah anak-anak. Sebanyak 6 dari FOCI Jakarta dan 3 bikers dari FOCI Cianjur turut serta dalam penyaluran donasi.
Bantuan yang mereka berikan adalah sembako dan keperluan balita. Agar tepat sasaran, mereka terlebih dahulu mencari desa atau tempat yang mungkin belum banyak menerima bantuan. Hingga akhirnya mereka menemukan posko darurat bencana dan berkoordinasi langsung dengan penanggung jawab di lokasi tersebut. Bantuan diberikan langsung kepada keluarga yang memiliki anak di bawah umur atau balita.
“Seharusnya bansos (bantuan sosial) semacam ini bisa lebih baik lagi jika mendapatkan dukungan dari semua pihak dan seharusnya kita bisa melakukannya bersama-sama dengan beberapa chapter agar bantuan bisa disalurkan secara maksimal,” ujar Agry, Wakil Ketua FOCI Jakarta.
Dana untuk kegiatan baksos dihimpun dengan membuka donasi sejak 21 November 2022 bagi para member, kerabat maupun keluarga member dari FOCI Jakarta Raya. Hasil donasi lalu dibelanjakan beberapa keperluan yang akhirnya digunakan untuk kegiatan baksos.
“Hingga saat ini gempa susulan masih sering terjadi. Kondisi saat kami melakukan donasi hingga para korban masih mengungsi di posko-posko darurat di sana. Dan beberapa mendirikan tenda didekat rumah tempat tinggal mereka. Untuk barang yang sangat diperlukan kemungkinan perlengkapan bayi maupun kebutuhan pokok lainny,” pungkas Agry. (Maston/Foto: FOCI Jakarta)






