CommunityHighlightMotorcycle Community

Bamsoet Temui Komunitas Kendaraan Listrik Dewata EVi Association

Terima Komunitas Kendaraan Listrik Dewata EVi Association, Bamsoet dorong percepatan migrasi kendaraan konvesional ke kendaraan listrik.

Autoride – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengajak komunitas kendaraan listrik untuk mensosialisasikan pentingnya migrasi kendaraan konvesional berbahan bakar minyak ke kendaraan bermotor listrik.

Hal ini juga sejurus dengan kebijakan pemerintah melalui Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB) untuk Transportasi Jalan.

Your Community Partner

“Saat ini tren industri otomotif dunia semakin mengarah pada pengembangan industri kendaraan listrik. Apalagi, ketersediaan sumber daya minyak dan gas sebagai bahan bakar kendaraan konvensional semakin menipis. Karenanya, butuh partisipasi semua pihak untuk mempercepat migrasi kendaraan konvesional berbahan bakar minyak ke kendaraan bermotor listrik,” ujar Bamsoet saat menerima General Manajer Motor Listrik Gesit Bali, Sari Suryati dan Komunitas Kendaraan Listrik Dewata EVi Association (DEVA) di Bali belum lama ini.

-> Perayaan Ultah ke-5 Pasuruan Max Owners (PMO) dengan Konsep Family Gathering

Komunitas Kendaraan Listrik - 1

Ketua DPR RI ke-20 dan Mantan Ketua Komisi III DPR RI Bidang Hukum ini menuturkan, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), hingga akhir tahun 2020 sedikitnya ada 143,75 juta unit motor berbahan bakar minyak di Indonesia. Sedangkan, jumlah kendaraan mobil penumpang, mobil bus, dan mobil angkutan barang berbahan bakar minyak yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hingga tahun 2018 lalu sudah mencapai 19,8 juta unit.

“Akibatnya, subsidi BBM terus meningkat. Dalam rentang waktu 2014-2019 saja, jumlah subsidi BBM mencapai Rp 700 triliun. Di APBN 2021, subsidi untuk BBM jenis tertentu mencapai Rp 16,6 triliun,” urai Bamsoet.

Your Community Partner

Tidak hanya itu, Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menambahkan, tingkat kematian akibat polusi udara di Indonesia juga cukup tinggi. Menurut Greenpeace, angka kematian dini akibat polusi udara di Indonesia sejak 1 Januari 2020 diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 jiwa.

Sementara itu, hadir dari Dewata EVi Association (DEVA) antara lain Peter Kho, Oscar Praditya, Andre Pratama Djatmiko dan Komang Tria Aprianta. (Maston/Foto: IMI)

-> Toyota Gazoo Racing Bakal Produksi Sparepart Land Cruiser Lawas

Komunitas Kendaraan Listrik - 2

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *