Ban Gundul Tingkatkan Risiko Kecelakaan, FDR Ajak Pengendara Rutin Cek TWI
FDR mengajak pengendara rutin memeriksa TWI pada ban motor untuk menjaga keselamatan, mencegah kecelakaan, dan memastikan kendaraan laik jalan.
AUTORIDE.CO.ID – Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pengendara, tetapi juga kondisi kendaraan yang digunakan. Salah satu komponen yang sering luput dari perhatian adalah ban sepeda motor. Padahal, ban merupakan satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan sehingga kondisinya sangat menentukan keamanan saat berkendara.
Belakangan, masyarakat dihebohkan dengan informasi mengenai adanya denda baru bagi pengendara yang menggunakan ban gundul. Namun, Korps Lalu Lintas Polri telah menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks. Tidak ada aturan baru yang secara khusus mengatur denda ban gundul. Meski demikian, kendaraan yang digunakan di jalan tetap wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Artinya, meskipun bukan terdapat aturan baru mengenai ban gundul, pengendara tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan ban yang digunakan masih layak dan aman digunakan.
Ban Gundul Meningkatkan Risiko Kecelakaan
Ban yang sudah aus akan kehilangan kemampuan mencengkeram permukaan jalan secara optimal. Akibatnya, risiko tergelincir saat hujan, jarak pengereman menjadi lebih panjang, hingga berkurangnya stabilitas kendaraan ketika bermanuver akan semakin besar.
Alur ban yang mulai menipis juga membuat kemampuan ban dalam membuang air menurun sehingga meningkatkan potensi aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kehilangan kontak dengan permukaan jalan akibat lapisan air.
Karena itu, pemeriksaan kondisi ban sebaiknya menjadi bagian dari perawatan rutin kendaraan, sama pentingnya dengan mengecek rem maupun tekanan angin.
Cara Mudah Mengetahui Ban Sudah Harus Diganti
Sayangnya, masih banyak pengendara yang mengganti ban hanya berdasarkan perkiraan visual atau menunggu ban benar-benar gundul.
Pada ban sepeda motor FDR, teknologi TWI (Tread Wear Indicator) hadir sebagai panduan sederhana agar pengendara dapat mengetahui kapan ban sudah mendekati batas keausan.
Indikator TWI ditandai dengan simbol berbentuk segitiga atau tulisan TWI pada dinding ban. Tanda tersebut menunjukkan posisi tonjolan kecil yang berada di dasar alur ban.
Apabila permukaan tapak ban sudah sejajar dengan tonjolan indikator tersebut, berarti ketebalan alur ban telah mencapai batas minimum sehingga ban disarankan segera diganti demi menjaga keselamatan berkendara.
FDR Dorong Budaya Berkendara Aman
Sebagai produsen ban sepeda motor nasional, FDR terus mengedukasi masyarakat bahwa mengganti ban bukan sekadar menunggu ban bocor atau rusak, melainkan berdasarkan tingkat keausannya.
Keberadaan teknologi TWI menjadi salah satu bentuk komitmen FDR dalam membantu pengendara melakukan pengecekan kondisi ban secara mandiri tanpa memerlukan alat khusus.
Dengan pemeriksaan sederhana sebelum berkendara, pengendara dapat mengetahui apakah ban masih layak digunakan atau sudah waktunya diganti sehingga risiko kecelakaan akibat ban aus dapat diminimalkan.
“Keselamatan berkendara dimulai dari komponen yang paling dekat dengan jalan, yaitu ban. Melalui teknologi TWI, FDR ingin memudahkan masyarakat mengenali kapan ban sudah memasuki batas pemakaian sehingga penggantian dapat dilakukan pada waktu yang tepat,” Elsafan Rendianto Marketing Plan Analysis And After Sales Div.Head FDR.
Keselamatan Adalah Prioritas
Memastikan ban dalam kondisi prima bukan hanya soal memenuhi persyaratan kendaraan laik jalan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Melalui edukasi mengenai pentingnya memeriksa Tread Wear Indicator (TWI), FDR mengajak seluruh pengendara untuk lebih rutin mengecek kondisi ban sebelum berkendara. Dengan ban yang masih memiliki daya cengkeram optimal, perjalanan menjadi lebih aman, nyaman, dan memberikan perlindungan maksimal di berbagai kondisi jalan. (Maston/Foto: FDR)



