Bening Motor, Peracik Mobil Balap Landy Land Racing Team di ISSOM
Bening Motor, kiprahnya sebagai peracik mobil balap sudah tidak diragukan lagi. Hingga pada waktunya kini dipercaya oleh Landy Land Racing Team.
Autoride – Landy Land Racing Team menjadi salah satu tim balap yang tampil di ajang balap Indonesia Sentul Series Of Motorsport (ISSOM). Untuk bisa tampil apik pada setiap serinya, tim ini turut menggandeng bengkel balap Bening Motor yang berdomisili di kawasan Jatibening, Bekasi, Jawa Barat.
Sejak tahun 2018 baru Bening Motor mendapat kepercayaan untuk memegang kendali di Landy Land Racing Team. Di tim ini Bening Motor bertanggung jawab menangangi enam mobil balap. Namun semua mobil balap itu sekarang belum aktif di trek balap.
“Dari enam mobil balap, yang sudah jalan baru lima mobil, satu lagi masih disimpan oleh owner-nya,” buka Purbayaka Sirajudin S selaku pemilik Bening Motor saat berbincang dengan tim Redaksi Autoride di sela-sela putaran keenam ISSOM 2022 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Para pembalap Landy Land Racing Team turun di Kelas Mercedes One Make Race Championship (MOMRC), antara lain Ahmed Zaki (SC Avantgarde), Reza (SC Avantgarde), Esko Apiandep (SC Avantgarde), dan Boy Abidin di kelas SC4-Spirit.
-> Touring Bukan Club Motor (BCM), Menggigil Bareng di Dieng
Sebetulnya masih ada lagi pembalap Prasatya Nabil dan Zulfikar yang keduanya membalap di kelas Avantgarde. Namun dua nama tersebut, setahun ini malah gak turun sama sekali. Harusnya Prasatya Nabil yang pada musim 2021 menjadi juara umum runner-up di kelas Avantgarde pada putaran 6 lalu sedianya ikut balap. Akan tetapi ada tugas mendadak yang akhirnya menjadikannya absen.
Kesibukan masing-masing pembalap Landy Land Racing Team sempat membuat pemilik Bening Motor pusing tujuh keliling. Pasalnya, hal itu berpengaruh pada persiapan mobil balap dia racik. Apalagi dengan karakter pembalap yang berbeda-beda.
“Saya di Landy Land awalnya memang belum kenal dengan para pembalapnya. Pembalap yang ada di Landy Land bukan pembalap yang sudah berkarier lama dan statusnya bukan pembalap murni. Mereka adalah penghobi dan orang yang senang balap. Akhirnya saya mencoba untuk mengenal karakter pembalap masing-masing. Di awal saya masuk di tim ini saya coba benahi dari teknikal mobilnya dulu dan mengenali karakter pembalap,” jelas Purba.
-> Honda ADV Indonesia (HAI) Batam Rayakan Ultah ke-2, Gaungkan Tertib Berlalu Lintas
“Di Landy Land saya ada sebuah kendala, pembalapnya adalah orang yang berkarier dan super sibuk. Waktu setting hanya ada di hari Jumat saat mau balapan. Itu juga syukur-syukur ada waktu di hari Jumat. Kadang Sabtu langsung setting. Akhirnya saya muter otak, karena baru kali ini saya menemukan tim yang unik. Bagaimana caranya supaya mobil balap ini nyambung dengan pembalapnya. Biar pembalapnya nyaman dulu dan sesuai selera pembalapnya,” urainya.
Akhirnya pria yang kerap disapa Purba tersebut minta bantuan ke temannya (Andi Barata) untuk jadi tester driver sejak tahun 2019. Selain sebagai tester driver, Andi Barat juga diberi tanggung jawab untuk mengenal lebih jauh tentang karakter masing-masing pembalap Landy Land. Dengan kata lain, Andi Barata menjadi penyambung lidah antara mekanik dengan sang pembalap untuk mencari settingan mobil yang pas sesuai dengan selera dan karakter balapnya.
Selain itu, Andi Barata juga dibebani tugas menjadi advisor atau memberikan warning kepada pembalap. Seperti misalnya, memberikan info kalau di trek ada hambatan apa atau lain sebagainya. Sehingga apabila dalam kondisi terpaksa sang pembalap tidak punya waktu untuk latihan pun, dia akan tahu kondisi sirkuit seperti apa.
-> Galeri Foto: Aksi Liar Pembalap ETCC di Putaran 6 (Part 1)
“Dari situ pelan-pelan kita mulai bisa bangun mobil balap. Syukur Alhamdulillah timnya juga percaya secara tekhnikal, manager tim juga cukup bijak untuk memberikan keputusan, jadi kita juga punya keleluasaan untuk membuat mobil itu seperti harus bagaimana.”
“Karena saya juga tidak mau terburu-buru yang selalu last minute. Jadi seperti saat selesai balapan, kita sudah diskusi mobil mau diapain dan ada masalah apa. Semuanya sifatnya keterbukaan, sehingga semua komunikasi berjalan baik. Ada kendala apa kita anytime bisa terbuka tanpa harus menunggu waktu untuk rapat,” ujar Purba.
Meski demikian, ada satu hal yang membuat Purba merasa nyaman dengan Landy Land Racing Team. Adalah tentang jadwal balap dari para pembalapnya itu sendiri. Dengan segudang kesibukan yang belum tentu turun balap, namun sang manager team selalu memberikan perintah agar mobil stanby di Sirkuit Sentul.
“Ini yang membuat saya sendiri tak ambil pusing. Saat ada jadwal dan mau balap atau tidak balap, mobil selalu diupayakan untuk standby. Jadi seandainya tidak jadi balap pun tidak masalah. Terpenting mobil sudah siap digas,” pungkas Purba. (Maston/Foto: Dok. MOMRC)







