Dongeng Seputar Trophy MOMRC 2023
Promotor Mercedes One Make Race Championship (MOMRC) selalu menampilkan bentuk trophy MOMRC 2023 yang berbeda pada setiap putarannya.
Autoride – Keberadaan trophy atau medali maupun bentuk lainnya menjadi sebuah kewajiban bagi penyelenggara sebuah pertandingan maupun lomba apapun. Sekaligus hak bagi setiap peserta yang tampil sebagai juara/pemenang. Begitu pula dengan MOMRC, sebuah ajang balap mobil yang mengkhususkan pada merk Mercedes-Benz pada ajang ISSOM yang berlangsung di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Trophy MOMRC 2023 selalu dibuat berbeda pada setiap putarannya.
Dalam beberapa tahun terakhir ini MOMRC selalu memberikan trophy kejuaraan dengan bentuk yang berbeda di setiap putaran. Hal ini bermaksud untuk memberikan nuansa yang berbeda dari setiap putaran. Terutama bagi para pembalap yang berhasil meraih podium. Dan hal ini pula yang memberikan warna lain juga memberikan kesan keunikan tersendiri bagi MOMRC dibanding dengan promotor-promotor lainnya yang mengikuti kegiatan ISSOM selama ini.
Berikut ulasannya.
Trophy Round 1 dan 2
Secara basik, jika dilihat dari sisi belakang, trophy pada putaran 1 dan 2 menggambarkan sosok wanita bersanggul/konde. Dimana wanita itu tidak lain adalah sosok ibu. Sosok ibu ini lah yang menjadikan tema trophy, sebagai orang yang hebat dibalik sebuah preatasi. Dalam dunia pewayangan, tokoh wanita ini tidak lain adalah Srikandi yang memiliki sikap dan tekad kuat, tegas, pemberani, percaya diri, handal serta piawai dalam olah panah membidik sasaran. Sosok ibu yang hebat ini lah yang promotor identikan sebagai seorang Srikandi.
Jika dari sisi depan, trophy menggambarkan telapak tangan yang menengadah seperti sedang berdoa kepada Sang Pencipta. Secara keseluruhan trophy ini memberikan pesan bahwa sepanjang hidup sang ibu selalu berjuang dalam memberikan yang terbaik, mulai mengandung, melahirkan, merawat, mendidik hingga membesarkan sang anak. Setiap hembusan nafasnya selalu terselip doa dan harapan agar sang anak menjadi manusia yang cerdas, hebat, bermanfaat untuk siapapun dan pandai menjaga amanah.

Trophy Round 3 dan 4.
Sebagaimana telah disampaikan diatas, bahwa tema wayang menjadi inspirasi untuk trophy MOMRC. Pada Round 3 dan 4, tema trophy adalah makna kuat yang tersirat jika dilihat dari sisi belakang, maka trophy ini menunjukan siluet salah satu tokoh wayang yaitu Arjuna, salah satu tokoh wayang yang terkenal dengan sikap cerdik, sopan, pandai, teliti, pendiam, bijaksana, gagah berani, melindungi yang lemah dan beberapa sikap kebaikan lainnya serta semua sikap itu merupakan harapan dari seorang ibu.
Aksen celah segi empat diberikan ornamen tiang bulat berbahan stainless steel. Secara keseluruhan, trophy ini mempunyai makna di setiap kehidupan yang telah direncanakan, pada kenyataannya sebagai manusia biasa sering dihadapkan dengan halangan-halangan atau celah-celah kekurangan.
Untuk itu harus tetap teguh dan berdiri kukuh pada prinsip dan tujuan semula. Tiang itu sendiri menggambarkan bahwa kita harus pandai mempersiapkan diri untuk memproteksi diri agar tidak mudah menyerah dan pasrah atas semua cobaan yang kita hadapi.
Sebagaimana pada Round 1 dan 2, dimana trophy ini dibuat berpasangan. Maka pada trophy round 3 dan 4 pun dibuat berpasangan.

Trophy Round 5 dan 6
Pada Round 5 dan 6, trophy MOMRC mengambil tema semangat di balik kekuatan yang dahsyat. Dimana secara bentuk, trophy ini menggambarkan perpaduan antara bentuk Kunci Inggris dan tokoh wayang yaitu Gatotkaca. Tokoh Gatotkaca inilah yang menjadikan inspirasi, dikarenakan Gatotkaca menjadi tokoh yang mempunyai kekuatan yang dahsyat sehingga mendapat julukan otot kawat tulang besi. Disamping itu Gatotkaca mempunyai sifat berani, teguh, tangguh, cerdik, waspada, gesit, tangkas, tabah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar.
Yang terpenting lagi, Gatotkaca selalu mengajarkan untuk selalu mengingat dan menghargai siapapun yang telah berjasa dalam perjalanan menuju kesuksesan, juga untuk tak lupa membalas kebaikan budi mereka. Sementara bentuk Kunci Inggris dengan 5 ulir pemutar itu sendiri merupakan penggambaran sebuah alat yang sangat “fleksibel” yang bisa digunakan untuk mengencangkan maupun mengendurkan mur/baut dengan segala ukuran.
Lima ulir pemutar itu sendiri identik dengan ‘panca indera’ yang dimiliki tiap insan. Sehingga secara keseluruhan trophy ini mengandung pesan semoga kita menjadi manusia berani, tangguh, pintar, dan kuat. Namun kelima panca indera manusia ini harus selalu mengajak kita untuk tetap berbuat baik kepada siapapun serta tidak pernah melupakan serta selalu membalas budi baik kepada siapapun.

Trophy Juara Umum
Secara utuh trophy juara umum ini berbentuk segitiga. Dimana segitiga itu sendiri melambangkan “kekuatan dalam mencapai prestasi tertinggi”. Keberadaan ornamen 3 baut melambangkan trilogi sinergi yaitu 3 unsur yang harus bersinergi dalam mencapai keberhasilan. Trilogi sinergi tersebut meliputi Unsur pembalap, kendaraan, dan unsur mekanik yang saling berkaitan dalam meraih prestasi.
Secara metafisika segitiga itu sendiri melambangkan perpaduan raga, pikiran, dan jiwa yang selalu bergerak menuju puncak keberhasilan. Dari segi religius, segitiga itu sendiri juga sebuah konsep religius berdasarkan tiga unsur yaitu Tuhan, Manusia dan Alam Semesta.
Bentuk segitiga ini pun terisnpirasi dari bentuk ‘gunungan/kayon’ dalam kesenian wayang kulit yang berfungsi sebagai lambang pembukaan sekaligus penutupan dalam pertunjukan wayang kulit. Bentuk lancip itu sendiri melambangkan kehidupan manusia, semakin tinggi ilmu dan semakin dewasa usia manusia maka harus semakin mengerucut (golong gilik) manunggaling jiwa rasa cipta, karsa dan karya dalam kehidupan.
“Maka secara keseluruhan trophy trophy ini menjadi sebuah pesan dan cerita yang berkelanjutan. Dimana seorang ibu berharap agar anaknnya tumbuh menjadi sosok yang cerdas, berwibawa, sopan, dan peka terhadap lingkungan seperti Arjuna serta tumbuh menjadi manusia kuat, bijaksana serta fleksibel bisa menempatkan diri di manapun sebagaimana Gatotkaca. Pada akhirnya sang anak mampu meraih puncak prestasi tertingginya, namun tetap menjaga keimanannya dan rendah hati bahwa semua ini adalah karunia Tuhan pencipta seluruh alam semesta.,” ujar Iswachyudi, Promotor MOMRC. (Maston/Foto: Tono & Dok. MOMRC)




