Geely Tampilkan Robotaxi EVA Cab Berbasis LiDAR 2.160-Line Pertama di Dunia
Geely Auto menampilkan ragam teknologi dan inovasi terbarunya di Auto China (Beijing Auto Show) 2026, salah satunya memperkenalkan EVA Cab.
AUTORIDE.CO.ID – EVA Cab yang diperkenalkan oleh Geely Auto di Auto China (Beijing Auto Show) 2026 merupakan prototipe robotaxi purpose-built pertama di Tiongkok.
Dikembangkan bersama AFARI Technology dan CaoCao Mobility, EVA Cab menjadi robotaxi pertama di dunia yang menggunakan LiDAR digital 2.160-line untuk mendukung operasional tanpa pengemudi di jalan umum. Inovasi ini juga menjadi bagian dari strategi Geely dalam mempercepat implementasi kendaraan otonom berbasis AI menuju komersialisasi pada 2027.
Selain itu, Geely turut memamerkan berbagai terobosan teknologi, termasuk robot humanoid berbasis AI, arsitektur listrik 900V, teknologi pengisian ultra-cepat 12C, baterai solid-state, kokpit pintar, serta solusi advanced driver assistance untuk layanan mobilitas masa depan.
Rangkaian inovasi tersebut menegaskan masuknya Geely ke era Full-Domain AI 2.0 sekaligus mempertegas posisinya sebagai perusahaan otomotif global yang berlandaskan teknologi cerdas.
EVA Cab Menuju Produksi Massal, Layanan Robotaxi Komersial Ditargetkan 2027
Sebagai demonstrasi teknologi mutakhir, EVA Cab dikembangkan berdasarkan kerangka Full-Domain AI 2.0 dan dirancang untuk memenuhi ekspektasi industri serta pengguna terhadap kendaraan otonom. Robotaxi ini menghadirkan inovasi dalam empat aspek utama: desain, hardware, software, dan integrasi ekosistem.
Dari sisi desain, EVA Cab mengusung konsep “Tech-driven Mobility Leading to a Better Life.” Kendaraan ini dilengkapi pintu geser elektrik dengan bukaan lebar serta tata letak kabin berhadapan untuk memaksimalkan ruang dan estetika. Elemen interior seperti Galaxy Skyroof, panel pintu Drifting Galaxy, dan armrest bertema Orchid Pavilion menghadirkan nuansa yang hangat dan humanis.
EVA Cab juga dibekali berbagai teknologi unggulan, seperti Quantum-Grade AI Electrical/Electronic Architecture (EEA 4.0), sistem LiDAR digital 2.160-line pertama di dunia, serta solusi software berkendara otonom Level L4. Kombinasi ini menjadikan EVA Cab sebagai representasi kemampuan teknologi AI Geely secara menyeluruh.
Arsitektur EEA 4.0 menghadirkan keamanan tinggi melalui enkripsi berbasis kuantum yang memberikan perlindungan end-to-end antara kendaraan dan cloud, termasuk fitur seperti kunci Bluetooth, kontrol jarak jauh, pembaruan Over-the-air (OTA), hingga privasi data.
Kendaraan ini juga dilengkapi teknologi Service-Oriented Vehicle-Cloud Integrated Diagnostics (SOVD), untuk diagnosa terintegrasi berbasis cloud sepanjang siklus hidup kendaraan. Geely sendiri telah menjadi produsen pertama yang memperoleh sertifikasi ISO 8800 untuk keamanan AI.
Dari sisi komputasi, EVA Cab ditenagai oleh tiga chip utama yaitu NVIDIA SuperChip, NVIDIA Thor U, dan Qualcomm Snapdragon 8397, dengan total kemampuan komputasi lebih dari 3.000 TOPS. Performa ini memungkinkan pemrosesan data dalam skala besar yang dibutuhkan untuk mendukung sistem kendaraan otonom Level L4.
Sistem sensor kendaraan dilengkapi LiDAR digital 2.160-line dengan kemampuan hingga 25,92 juta titik per detik dan jarak deteksi mencapai 600 meter. Teknologi ini dikombinasikan dengan sistem AFARI G-ASD L4 yang memungkinkan operasional tanpa pengemudi di jalan umum.
Geely berencana meluncurkan versi komersial EVA Cab melalui CaoCao Mobility pada tahun 2027, sekaligus mempercepat implementasi robotaxi secara massal. Saat ini, uji coba telah dilakukan di beberapa kota seperti Hangzhou dan Suzhou. Ke depan, Geely akan terus mengembangkan ekosistem Space-Ground untuk mewujudkan mobilitas tanpa waktu tunggu, tanpa kemacetan, dan tanpa kecelakaan. (Maston/Foto: ist)



