Car RacingHighlightRacing

Heru Rubyanto & Faisal Nasution: Salah Perhitungan, Balap Sprint Rally Tarmac Risiko Lebih Kejam

Heru Rubyanto dan Faisal Nasution memilih tampil aman saat menghadapi Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2025 Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat.

Autoride – Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2025 di area Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat pada akhir pekan lalu, 09-11 Mei 2025 berjalan sukses. Balapan kali ini digelar dengan trek full tarmac, kombinasi aspal, beton dan sedikit berpasir di beberapa titik. Melihat kondisi ini, Heru Rubyanto yang dinavigatori Faisal Naustion memilih bermain aman.

Menggeber mobil balap BMW E46, penampilan Heru dan Faisal yang turun di Kelas R3 memang tidak terlalu ngoyo. Ibarat kata, aksinya kali ini sebagai ajang uji coba settingan mobil. Heru juga tidak ingin mengambil risiko yang terlalu tinggi saat tampil di trek aspal.

Your Community Partner

“Jadi memang untuk seri 2 ini, dibilang maksimal memang tidak maksimal, sifatnya hanya nyobain mobil. Pertama memang risiko di aspal menurut kami lebih tinggi. Jadi kami lebih pilih berhati-hati karena memang lebih senang balap di tanah. Lebih senang rally di tanah dibandingin di aspal. Jadi hati-hatinya super hati-hati banget. Dan Alhamdulillah tidak jelek-jelek banget waktunya,” ujar Heru.

“Cuman memang karena digangguin sama banyak mobil turing. Terus ada mobil-mobil yang biasanya tidak ikut terus ikut. Dan driver-driver yang masih muda lebih nekat dan mungkin perhitungannya beda dengan kita. Intinya sih overall kami sudah sangat puas,” sambung Heru.

Sementara itu, Faisal menyebut jika setiap balapan pasti memiliki tantangan yang berbeda-beda. Dari satu sirkuit ke sirkuit lain, setiap pembalap akan menemui berbagai dinamika yang bahkan bisa diluar dugaan. Artinya, hal apapun bisa saja terjadi.

“Kalau menurut saya sih memang setiap balapan itu pasti punya tantangan yang berbeda-beda. Khususnya kalau sekarang ini kan kita di aspal. Dan memang itu cukup baru juga buat saya sendiri. Ya memang sekalian buat menambah pengalaman juga sama kita. Sekalian setting untuk kendarannya sendiri. Jadi kita sudah lebih tahu apa yang harus disiapkan di kendaraannya untuk balap di trek aspal,” jelas Faisal dari PRM Workshop & Towing yang juga salah satu sponsor Eurostar Racing Team.

Your Community Partner

Balapan Sprint Rally 2025 di Jalak Harupat dengan trek aspal juga menjadi tantangan tersendiri. Bukan hanya bagi Heru dan Faisal, melainkan bagi para pembalap lainnya. Pasalnya putaran 1 yang ditunda sedianya digelar di Kertajati, Majalengke dengan trek tanah atau gravel batal digelar. Dan hanya selang 3 minggu langsung putaran 2 di Jalak Harupat.

“Set up dari gravel ke tarmac kita hanya ganti ban, setting suspensi untuk kekerasan suspensi, naik ride height-nya, tinggi rendahnya. Selebihnya untuk spec mesin dan settingan mesin, minta arahan ke tuner kita. Jadi sempat minta arahan gimana nih kita mau rally aspal kondisinya begini. Alhamdulillah disetting. Setelah disetting memang waktunya naiknya signifikan,” jelas Heru.

“Yang pasti putaran 2 sudah berjalan. Semoga tim ini tetap selalu sukses dan melahirkan juara-juara baru, karena memang prinsipnya adalah kita sekarang ini ngajarin anak-anak muda yang ada di tim kita,” sambung Heru.

“Jadi memang ini buat percobaan kita untuk seri tarmac berikutnya. Artinya ke depan masih ada, bisa berbagi ilmu lagi, kita masih bisa kasih tahu lagi ke anak-anak, bisa mengajarkan teknik-teknik karena mereka sudah dengan real menemukan, ini loh ternyata bedanya gravel sama aspal. Ketika kita heartbreak, ketika kita salah posisi ngerem, salah posisi belok, kejadiannya akan jauh lebih fatal dibandingin di gravel,” pungkasnya. (Maston/Foto: Dok. Eurostar Racing Team)

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *