Car RacingHighlightRacing

Kejurnas Sprint Rally 2025 Jalak Harupat, Subhana Mahaputra: Trek Sangat Menantang

Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2025 di Jalak Harupat kedatangan pereli asal Bali Subhana Mahaputra dan navigator Stephanus Didot.

Autoride – Membawa bendera Mase Solo Racing Team, Subhana Mahaputra dan navigator Stephanus Didot merupakan satu-satunya pasangan pereli yang tampil di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2025 di Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat pada akhir pekan ini, 09 – 11 Mei 2025.

Turun di Kelas R1, Putra dan Didot mengandalkan pacuan Toyota Corolla DX. Saat berbincang santai dengan Autoride, Putra mengaku bangga bisa mewakili Pulau Dewata di ajang balap bergengsi tingkat Nasional ini. Terlebih lagi menjadi satu-satunya pasangan pereli yang berasal dari Bali.

Your Community Partner

“Saya dari Mase Solo Racing Team, kita dari Bali mengikuti Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally dan turun di group class R1 dengan mobil Corolla DX. Target kita memenuhi kuota yang dari Bali untuk turun di sprint rally, dan kita target finish. Syukur-syukur bisa bawa pulang satu atau beberapa tropi,” buka Putra kepada Autoride.

Berbagai persiapan juga telah dilakukan oleh Putra dan tim. Termasuk persiapan mobil, terutama di bagian setting kaki-kaki serta rem. Putra juga mengaku sempat melakukan latihan pada Kamis, 08 Mei 2025 agar bisa mengenal lebih jauh karakter yang disajikan penyelenggara kolaborasi Gazpoll Racing Team, Jangkar Biru Motorsport, dan Volcano Motorsport.

“Kemarin kita sempat latihan di R1, sirkuitnya menantang banget. Lapisan surface-nya juga beda-beda, ada yang beton, ada yang tarmac dan ada beberapa chicane tantangannya. Ada jamping, itu breaking area-nya pendek banget tapi menantang,” jelas Putra.

“Saya didampingi sama navigator Stephanus Didot, beliau memang sudah langganan jadi navigator saya. Persiapan dari mulai seri 1 sudah maksimal, kali ini kita pergunakan ban yang sesuai buat tarmac. Mudah-mudahan gripnya bisa bagus dan remnya juga bisa bagus, soalnya kemarin bablas nggak ada rem.

Your Community Partner

“Yang jelas sih kita berubah dari pakai ban gravel karena putaran sebelumnya di Kertajati yang ditunda treknya gravel dan pakai ban pacul, sekarang kita berubah pakai ban tarmac. Suspensi nggak ada perubahan, kita cuma setel chamber, tow, sama setel rem yang ada di belakang. Selebihnya masih maksimal, mobil kita cukup mumpuni buat gravel atau tarmac,” pungkas Putra. (Maston/Foto: Tono)

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *