Car CommunityCommunityHighlight

Komunitas Kolektor Tiket & Karcis Bis, Kopdar Cukup di Terminal

Komunitas Kolektor Tiket & Karcis Bis sudah berdiri sejak tanggal 31 Agustus 2015 lalu.

Autoride – Komunitas Kolektor Tiket & Karcis Bis ini terbentuk atas inisiatif beberapa penggemar bis yang secara spesifik memiliki hobi mengkoleksi tiket atau karcis hasil perjalanan menggunakan bis. Berawal dari sosial media Facebook, hingga akhirnya mereka bertemu di dunia nyata.

“Komunitas ini berawal dari Facebook. Awalnya saya dengan tiga orang rekan sering nongkrong di terminal, kita sama-sama penggemar bis. Kemudian kita sepakat membikin akun Facebook untuk mecari tahu apakah ada yang satu hobi dengan kita. Saya dan beberapa kolektor yang sudah sejak tahun 90an mengkoleksi tiket bis ingin merangkul lebih luas lagi para kolektor di seluruh Indonesia,” buka Narendra, salah satu Founder Komunitas Kolektor Tiket Karcis Bis.

Your Community Partner

Dari awalnya habya 3 orang, kini anggota mereka di Facebook sudah mencapai 30 ribuan orang. Sementara yang aktif sekitar 100 orang lebih. Komunitas ini memiliki sekretariat atau basecamp pusat di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka juga punya member yang tersebar di Sumatera, Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan sampai Bali pun ada.

Narendra (kanan), salah satu Founder Komunitas Kolektor Tiket & Karcis Bis

Sebagai penggemar koleksi tiket bis, Narendra menyebut banyak cara yang mereka lalukan untuk bisa mendapatkan tiket bis. Berbagai cara dilakukan. Mulai dari dapat tiket bis lewat teman hingga mencari ke pasar loak pun acap kali dilakukan oleh mereka. Koleksi tiket yang mereka miliki pun sudah mencapai hampir 3 ribuan. Mulai dari tiket berbentuk buku, tiket selembaran atau dalam bentuk karcis. Semuanya tesusun rapi dalam sebuah album buku.

“Awal koleksi, kita ada teman yang memang sejak kecil sudah naik bis sama orang tuanya. Setiap kali naik bis mereka simpan tiketnya, dari tahun 80’an. Ada juga yang dapat tiket dari keluarganya yang dikasih ke kita. Atau secara tidak sengaja dapat di pasar loak yang bahkan di pasar loak bisa dapat tiket yang di bawah tahun ’80an,” sebut Narendra.

Kegiatan selain koleksi tiket bis, mereka juga sering kali menggelar kopdar. Juga pernah melakukan trip atau naik bis bareng. Uniknya, mereka naik bis yang terbilang antik dan langka di Indonesia. Seperti saat trip dari Jakarta ke Malang. Hal semacam ini sudah dilakukan lebih dari 5 kali atau sekali dalam setahun.

Ribuan koleksi tiket dan karcis bis tersusun rapi dalam album

“Kita juga bikin kegiatan Ticket Of The Year, yang fokus ke tiket dalam bentuk buku. Karena dalam setiap tahunnya PO pasti keluarin tiket buku, kita kumpulkan dan sortir sendiri yang kemudian diberikan nilai oleh member dan yang menang, PO tersebut kita datangi untuk kita berikan penghargaan. Harapannya di tengah era tiket serba online dengan tiket berbentuk struk, mereka masih mau mempertahankan tiket model buku,” jelas Narendra.

Your Community Partner

Sebagai penggemar tiket bis, mereka juga menjalin hubungan baik dengan para penguasaha bis atau perusahaan otobus (PO). Kopdar mereka pun terbilang unik, karena dilakukan di terminal setiap 2 kali dalam seminggu. Trip Bar Bar (Trip Bareng Bareng) naik bis yang sudah lama tapi masih beroperasi.

“Karcis tertua yang saya miliki ada dari PO. ESTO (PO pertama di Indonesia) asal Salatiga. Tarifnya kala itu 300an rupiah untuk jurusan Salatiga – Suruh,” tutup Narendra. (Maston/Foto: Tono & Dok. Narendra)

Kegiatan rutin Komunitas Kolektor Tiket Karcis Bis
1. KKN (Kopdar Kolektor Nusantara)
Acara berkumpulnya para kolektor tiket dari berbagai daerah. Kegiatan tahunan ini sudah terselenggara 4 kali, dan akhir tahun ini akan digelar di Yogyakarta. Di acara ini agenda rutinya silaturahmi, barter tiket dan hibah koleksi.

Yang paling dinggap menarik adalah kegiatan menyewa bis lawas / langka dalam rangka melestarikan keberadaan armada-armada tersebut. Contohnya, di KKN 3 mereka menggunakan bis milik Safari Dharma Raya dengan sasis Mercy OH1829, satu-satunya yang masih eksis di Indonesia.

Kegiatan KKN

2. STORING KOLEKTOR
Singkatan dari Silaturahmi dan Touring. Kegiatan dengan skala lokal ini baru mulai berjalan bulan Juli 2022 lalu, dengan tujuan kembali melestarikan bis-bis lawas yang ada di Indonesia utamanya di masing-masing daerah, khususnya di Pulau Jawa.

3. BARTER TIKET
Kegiatan ini bisa dilakukan kapanpun, tujuannya berbagi koleksi kepada kolektor lain untuk saling melengkapi. Misalnya, ada satu kolektor yang memilik koleksi tiket sebuah PO berjumlah lebih dari satu, kemudian menawarkan kepada kolektor lain (di WA / Sosmed / saat acara kolektor) untuk barter dengan tiket lain yang belum dia miliki.

Nanti kolektor lain akan berlomba menawarkan berbagai jenis koleksi mereka, hingga tercapai kata sepakat.

Karcis tertua dai PO. ESTO (PO pertama di Indonesia), asal Salatiga. Tarifnya kala itu 300an rupiah, Jurusan Salatiga – Suruh

5. TICKET OF THE YEAR
Setiap tahun mereka mengumpulkan desain-desain tiket dari sejumlah Perusahaan Otobus yang mengeluarkan tiket sampul. Nantinya para anggota akan memberikan suaranya, dimana suara terbanyak akan menentukan siapa yang menjadi Ticket of The Year.

Deretan pemenangnya;
2019 >> Pemenangnya PO. MJPM (Jepara)
2020 >> PO. Ranajaya (Blitar
2021 >> PO. Suka (Bandung)

Pemberian penghargaan Ticket Of The Year

6. KOPYAH (Kopdar Wilayah)
Kopi darat yang dilakukan di masing – masing wilayah, baik di wilayah barat, Jateng – DIY, dan timur.

Digelar satu hingga dua kali dalam sebulan, dan bertempat di terminal-terminal yang tersebar di wilayah tersebut.

Kegiatan Kopyah (Kopdar Wilayah)
Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *