Komunitas Suryamotoriders (SMR) Solo Rayakan Ultah Pertama, Spesial Dihadiri Founder
Suryamotoriders (SMR) Solo telah genap menginjak usianya yang ke-5 tahun. Ulang tahun mereka pun disambut dengan penuh suka cita.
Autoride – Perayaan ulang tahun ke-5 Suryamotoriders (SMR) Solo digelar dengan meriah pada Sabtu, 10 Desember 2022 lalu. Kantor Surya Madistrindo AO yang berada di kawasan Solo, Jawa Tengah menjadi titik lokasi digelarnya acara.
Konten acara yang bersifat sebagai hiburan khas bikers turut ditampilkan sepanjang gelaran berlangsung. Mulai dari perform lady wash yang tentunya mengajak para bikers basah-basahan. Para bikers maupun tamu undangan juga diberikan hiburan musik rockdut. Serta sharing session bareng komunitas SMR.
Bikers yang hadir sekitar 150an. Bikers yang hadir didominasi SMR RO Semarang seperti SMR Jogjakarta, SMR Magelang, SMR Semarang, SMR Pati. Namun ada juga dari perwakilan SMR Cengkareng dan juga SMR Cempaka Putih. Bahkan dari Perwakilan HO juga datang.
“Kita mengusung Tema Suryamotoriders Solo Strong Brotherhood. Mempunyai arti meskipun kita berbeda divisi pekerjaan, berbeda motor, berbeda tempat tinggal, namun kita punya rasa persaudaraan yang sangat kuat sehingga SMR Solo punya slogan Ojo Pedhot Seduluran (Jangan Putus Persaudaraan),” ujar Ali, Ketua Umum SMR Solo.

“Ulang tahun kali ini sangat luar biasa. Karena mempertahankan sebuah komunitas lebih sulit dari pada membentuknya,” sambung Ali seraya menyebut acara dihadiri Founder SMR Nasional (Narno dan Samino), Pembina SMR Jateng (Yusuf), dan Dewan Pengurus Pusat (Nay).
Awal mula terbentuknya SMR Chapter Solo dari sebuah challenge dari Manajer Marketing (Yusef Arianto) ke MD Komunitas (Ali). Di mana saat itu ada perinta untuk membentuk Komunitas SMR Chapter Solo dalam waktu 3 minggu. Dengan rundingan MD & Assistent Marketing, mereka sepakat untuk bisa membentuk Komunitas SMR Chapter Solo.
Tanggal 23 Desember 2017 akhirnya mereka melakukan deklarasi yang dihadiri dan mendapat respon bagus dari AO, RO, bahkan sampai komunitas binaan juga datang langsung untuk menandatangani deklarasi tersebut. Deklarasi dilakukan di Kantor Surya Madistrindo AO Solo.
“Tantangan terberat adalah perbedaan pendapat. Bahkan terkadang perbedaan tersebut ada yang bisa menerima ada yang tidak. Namun titik tengah pasti ada. Disitulah peran seorang Ketum dibutuhkan agar tidak ada perpecahan dalam komunitas. Seorang Ketum harus bisa mengayomi anggotanya,” pungkas Ali. (Maston/Foto: SMR Solo)










