Mandalika Racing Series (MRS) 2025 Pakai Regulasi AP250 Untuk Kelas Sport 250, Honda Masih Keberatan
Penyelenggara Kejurnas Mandalika Racing Series (MRS) telah mengubah regulasi teknis untuk musim 2025 khususnya untuk Kelas MRS Sport 250.
Autoride – Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB akan kembali menjadi tuan rumah gelaran balap Kejurnas Mandalika Racing Series (MRS) 2025. Di MRS 2025, ada perubahan regulasi teknis untuk Kelas Sport 250 yang akan mengadopsi regulasi Kelas Asia Production 250 (AP250) yang digunakan di ARRC musim 2024 lalu.
Menarik untuk kita nantikan Bersama bagaimana persaingan di kelas seperempat liter ini pada MRS 2025. Pasukan tim biru Yamaha bisa saja akan mengandalkan YZF R3 yang memiliki konfigurasi mesin dua silinder segaris 321cc. Di sisi lain, tim hijau Kawasaki juga memunculan Ninja ZX25RR yang punya mesin empat silinder segaris 250cc.
Adanya regulasi teknis yang baru diterapkan di MRS 2025 ini bisa saja akan menghentikan dominasi Honda CBR250RR yang pakai mesin Parallel Twin Cylinder, 249.7cc. Pasalnya, sejak musim balap MRS 2023, Astra Honda Racing Team (AHRT) sudah unggul dengan meraih gelar terbaik lewat Rheza Danica yang keluar sebagai Juara Nasional Sport 250cc.
Lalu di MRS 2024, Juara Nasional Sport 250cc dipegang oleh Andi Farid Izdihar atau yang akrab disapa Andi Gilang. Pembalap asal Bulukumba, Sulawesi Selatan ini juga memacu Honda CBR250RR di bawah bendera balap Astra Motor Racing Team (ART) Yogyakarta.
Namun dari kacamata penyelenggara, tentu diberlakukannya regulasi teknis yang baru ini tidak ada niatan untuk menghentikan dominasi Honda.
“Kenapa pakai regulasi mesin R3, kita bekerjasama dengan Malaysia, Filipina, dan Thailand. Bahwa regulasinya satu pintu, dalam arti pembalap Indonesia yang pengen balap di Malaysia atau pembalap Malaysia pengen balap di Indonesia bisa pakai spek mesin yang sama,” buka Eddy Saputra, Deputi Olahraga Sepeda Motor IMI Pusat.
“Perbedaan teknisnya mungkin hanya sedikit, mengingat masing-masing punya karakter yang berbeda. Dan yang pasti jumlah peserta tahun ini kita batasi, karena mengingat safety dari balapannya.”
“Jadi harapannya jika jumlah pembalap dibatasi, tapi kualitas balapannya meningkat dan acara balapannya lebih baik saya rasa tidak mengurangi kualitas dari balapan Mandalika Racing Series ini,” pungkas Eddy.
Namun nampaknya, regulasi baru ini masih belum bisa diterima begitu saja oleh pihak Honda. “Ini yang masih belum kita terima, karena bedanya cukup jauh, 70cc,” singkat Rizky Christanto Manager Motorsport Division AHM. (Maston/Foto: Dok. MRS)




