News

Muhammad Rossi, Merintis Karier Lewat Balap Pocket Bike

Dukungan orang tua terhadap bakat seorang anak memang sangat penting. Hal ini juga yang terjadi pada pembalap cilik Muhammad Rossi.

AutorideMuhammad Rossi merupakan pembalap cilik asal Bantul, Yogyakarta. Usianya masih sangat belia, baru genap 9 tahun pada 26 Juli mendatang. Dirinya menekuni dunia balap sejak dini, berkat dukungan kedua orang tuanya. Terutama sang ayah, M. Falah.

Sebelum terjun ke dunia balap motor, Rossi lebih dulu menggeber mental dan fisiknya melalui olahraga push bike. Sejak 2018 hingga tahun 2022, Rossi terbilang aktif dan konsisten menekuni push bike hingga meraih beberapa gelar juara bergengsi.

Your Community Partner

“Sempat Juara Nasional kategori 2015 Boys di event GCC Push Bike Grand Prix 2021. Dari 2021 sampai 2022 aktif di ajang balap push bike, ikut kelas untuk kategori anak kelahiran 2013. Dan pernah juara peringkat 5 Nasional,” buka Falah saat berbincang dengan Autoride di event LENKA Shaquille Cup Prix 2024.

Merasa puas dan ingin meningkatkan skill, Falah kemudian mendorong Rossi untuk pindah ke jalaur balap MiniGP atau pocket bike. Rossi menepikan diri dari push bike di tahun 2023 awal. Tanpa menunggu waktu lama, dirinya langsung mulai latihan MiniGP.

Rossi bersama kedua orang tuanya

“Tanpa ikut sekolah balap. Kendalanya sulit mengerti arahan orang dewasa, misal cara riding style,” papar Falah yang juga punya hobi balap road race. Bahkan pernah aktif di sekitar tahun 2000an dan vakum tahun 2014 karena menikah.

Saat mulai aktif di balap pocket bike, maish di tahun 2023 Rossi mulai ikutan event lokalan di Yogyakarta. Event pertamanya adalah VSC Nigh Race dan turun di kelas di bawah 10 tahun. Saat itu Rossi yang start dari grid 12 berhasil finish ke-8.

“Saat awal-awal turun balap pocket bike saya melihat Rossi ada potensi, jadi menambah semamgat. Selain VSC Nigh Race, juga pernah ikut event Ibas Matic Race di kelas di bawah 10 tahun. Start grid 5 finish ke-6 karena ada crash,” sambung Falah.

Your Community Partner

Berganti tahun ke 2024, VSC Night Race masih menjadi event andalan bagi Rossi. Dengan turun di kelas di bawah 9 tahun dan di atas 9 tahun. Mengawali musim balap 2024, Rossi yang alami trouble di kelas di bawah 9 tahun, start 18 finish ke-9. Sedangkan di kelas di atas 10 tahun, start hrid 10 mampu finish ke-6.

M. Rossi saat masih aktif balap push bike

Rasa percara diri Falah pun mulai meningkat. Sehingga memberanikan diri untuk mengikutsertakan Rossi di event balap luar kota. Balapan luar kota pertama kali adalah event ultah Shaquille di Pulogadung Trade Center, Jakarta. Rossi berhasil podium 1 kelas beginner B di bawah 11 tahun. Masih di event yang sama, di kelas rookie B di bawah 9 tahun menduduki podium 4.

Kemudian event kedua luar kota yang diikuti adalah di Malang, Jawa Timur. Di mana Rossi ikut balap Putaran 2 Ramadan Latber Ngabuburace Pocket Bike di Sirkuit Bonder Land. Ikut 3 kelas beginner B finish ke-1, kelas rookie B finish ke-3, dan kelas FFA maksimal 12 tahun finish ke-3.

“Melihat potensi anak Alhamdulillah ada perkembangan. Saya sebagai orang tua hanya mengarahkan. Jadi saya mengenalkan semua bidang mulai dari musik, bola, motor, dan renang. Tapi Rossi pilih balap motor. Kalau latihan di Stadion Mandala Krida atau di Stadion SSA Bantul setiap satu minggu satu kali,” jelas Falah.

Falah berharap, Rossi yang kini masih sebagai pembalap privateer bisa mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota. Terutama mengenai ketersediaan sirkuit sehingga memudahkan untuk latihan balap. Rossi sendiri saat ini masih menduduki bangku Sekolah Dasar (SD) Qurrotaayun Bantul. (Maston/Foto: ist)

M. Rossi di balap LENKA Shaquille Cup Prix 2024
Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *