Nostalgia, Hyosung Monstrack Indonesia (HMI) Adakan Reunian
Para bikers penggemar motor trail era 2000an yang tergabug dalam Hyosung Monstrack Indonesia (HMI) menggelar reunian untuk saling melepas rindu satu sama lain.
Autoride – Walau diguyur hujan dan ditemani kabut, namun tidak mengurangi kebersamaan dan kekeluargaan para bikers untuk tetap melangsungkan agenda reunian dalam ajang Camping Hyosung Monstrack Indonesia (HMI). Digelar selama dua hari pada tanggal 25 – 26 Februari 2023 lalu di Puncak Bogor, Jawa Barat, agenda ini juga diikuti artis kenamaan Al Fathir Muchtar atau yang akrab disapa Fathir Muchtar.
Reunian ini memang penuh kebersamaan di antara para bikers yang hadir. Momentum ini juga dijadikan oleh mereka sebagai media untuk mengenang masa lalu. Terutama saat lahirnya motor trail di Indonesia. Di mana saat itu muncul motor trail Hyosung-Bosowa.
Sekitar tahun 1999, masuklah motor ini ke Indonesia, yaitu Trail RX 125 dari Hyosung-Bosowa. Motor ini terbilang keren dan gagah pada jamannya. Motor asal Korea bergenre dual purpose yang bisa buat blusukan ke gunung-gunung bagi penggiat adventure. Atau dipakai di kota buat nongkrong dan beli gorengan.
Kendati demikian, bobot motornya tidak bisa dibilang ringan dengan kapasitas mesin yang cuma 125cc. Tapi motor ini berhasil dan sukses menyita perhatian khalayak ramai, sebagai satu-satunya motor trail 4 tak yang mengadopsi shock depan upside-down. Ditambah surat-surat lengkap, dan banyak yang mengklaim suspensi depan sangat empuk.
Hyosung Monstrack Indonesia (HMI) sendiri awal berdiri di DKI Jakarta. Yang mana pada saat itu masih dengan nama COMBAT (Comunitiy of Bosowa Adventure Trail). Setelah itu mulai bermunculan klub maupun komunitas motor trail lainnya dengan genre Supermoto. Di era ini banyak cerita dan sejarah, motor trail dengan ban paculnya berganti ke ban untuk main di aspal. Semata-mata bukan karena meniru dan ikut-ikutan jenis trail di negara luar, tapi lebih karena biar hemat duit.
“Karena harga ban pacul dulu lumayan mahal dan sangat jarang yang jual, pencetusnya pun masih ada sampai sekarang. Walaupun ada juga orang lain yang mengklaim kalau dia sebagai orang pertama yang menggunakan ban supermoto, biar saja kita ajak ngumpul saja sambil ngopi cantik. Fakta dan sejarah serta pelaku sejarahnya masih ada, karena semua masih berkumpul dalam naungan COMBAT. Banyak yang sudah tidak ada motornya lagi, tapi COMBAT masih ada,” papar Lerry Rahmat Rizky dari rumah modifikasi Caos Custom Bike.
Namun seiring berjalannya waktu dan mulai masuknya motor-motor build up, motor Hyosung mulai terlupakan dan hampir lenyap digerus jaman. “Sedih memang, motor yang dulu pernah juga menjadi andalan bagi Polri dan TNI, kini mulai terlupakan dan hilang dari peredaran. Sampai akhirnya tercetuslah ide dari beberapa kawan untuk mengumpulkan lagi mereka yang masih menggunakan atau menyimpan motor ini, berasal dari bermacam daerah, pekerjaan dan aktifitas ,semua ownernya berkumpul dan bersatu dalam wadah Hyosung Monstrack Indonesia Community,” sambung Lerry.
Lerry pun berharap semoga komunitas motor trail ini bisa semakin guyup, akur, sukses dan bisa memberi support serta memberikan warna positif bagi semua membernya. (Maston/Foto: istimewa)













Luar biasa kebersamaan dan kekeluargaan sangat hangat dalam acara HMI,pokoe mantap acaranya teman2 pada asik