Ribuan Riders Hadiri Ultah ke-19 CB Club Lampung (CBCL)
Ribuan bikers hadir dalam peringatan ulang tahun ke-19 CB Club Lampung (CBCL). Berbagai acara pun digelar.
Autoride – Bisa bertahan hingga lebih dari satu dekade merupakan sebuah prestasi tersendiri untuk sebuah klub maupun komunitas sepeda motor. Seperti yang berhasil dilalui oleh CB Club Lampung (CBCL). Mereka baru saja memperingati hari jadinya yang ke-19 tahun pada 19 Februari 2022 di lapangan Rejosari Natar Lampung Selatan.
Banyak rangkaian acara yang disiapkan oleh panitia, seperti donor darah yang diikuti ratusan pendoro dari kalangan riders dan masyarakat umum. Santunan anak yatim dan dhuafa dengan target 50 orang diserahkan secara simbolis saat acara dan sisanya diserahkan ke rumah masing-masing penerima santunan. Juga ada lomba mewarnai yang diikuti 40 peserta tingkat TK dan PAUD dari sekolah lingkungan desa sekitar. Ada juga kontes modifikasi motor dan CBCL Ward.
Meriah, itulah satu kata yang cocok untuk menggambarkan jalannya acara. Pasalnya, CBCL berhasil menyedot ribuan antusias bikers dari berbagai kota di Indonesia. Hadir kurang lebih 3000 riders dengan klub maupun komunitas yang teregistrasi mencapai 200an.
‘Back on The Road’ menjadi tema yang diusung panitia. Tema itu menggambarkan kebangkitan CBCL setelah selama sekian tahun berdiam diri dalam situasi yang tidak pasti. Dan di moment ini mereka berikan spirit untuk tetap semangat kembali ke jalanan untuk terus berbuat positif, dengan cara-cara yang sesuai peraturan yang ada saat ini.
-> Eksklusif!! Ini Pengakuan Bikers Supermoto yang Viral Masuk Jalan Tol
“Ketika tetap menahan diri kami akan terus beku tanpa ada pergerakan, keyakinan CBCL adalah maju terus, tetap kita ikuti aturan dan bisa berbuat positif untuk orang banyak,” buka Gede Sastrawan selaku Ketua CBCL saat dihubungi tim Redaksi Autoride.
Bagi Bli Gede, ulang tahun ke-19 CBCL kali ini serba spesial. Mulai dari proses persiapan yang singkat dan penuh kendala karena situasi pandemi. Sehingga acara yang direncanakan 2 hari harus mereka kemas menjadi 1 hari.
“Dengan segala pertimbangan dan juga proses yang sangat berat tetap bisa kami lewati, tentu dengan proses kerjasama yang luar biasa antara kami CBCL, Gugus Tgas Covid-19, pihak TNI Polri dan juga team dari penasehat hukum kami WFS & TEAM. Kegiatan akirnya bisa kami eksekusi dengan baik, kemasan singkat tapi bermanfaat. Yang menarik adalah prosesnya, antara acara mundur atau batal karena situasi pandemi,” jelas Gede.
Awal terbentuk CBCL di Kabupaten Lampung Timur, tepatnya Desa Sidorejo dengan 8 riders sebagai inisiator. Awalnya mereka hanya sekadar pengin kumpul, mainan motor Honda klasik yang dikastem. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak peminat hingga tergugah untuk membuat sebuah perkumpulan klub yang niatnya supaya lebih terorganisir.
-> Bold Riders Jayapura Gelar Bikers Camp, Ada Games dan Baksos
Waktu terus berjalan hingag mereka membuat satu kegiatan di tahun 2005. Nama kegiatannay saat itu touring wisata Way Kambas. Hadir bikers diluar perkiraan, klub luar Jawa sangat antusias untuk berkunjung ke kegiatan pertama mereka.
“Itulah awal kami mulai melakukan kegiatan-kegiatan yang tujuannya untuk mengajak teman penghobi motor Honda klasik untuk sama-sama belajar berkomunitas dan sama-sama berkampanye bahwa bikers tidak selalu bicara otomotif, tapi banyak juga hal positif yang bisa dilakukan. Kami terus berkembang sampai akhirnya CBCL ada di 26 chapter di 12 kabupaten,” urai Gede.
Pasang surutnya CBCL bisa mereka lalui hingga usia 19 tahun. Bli Gede pun menyadari bahwa memang proses tidak mudah, tapi dengan semangat bersama pasti akan ada hasil yang luar biasa. Sejak deklarasi pada tanggal 5 Februari 2003 di Sidorejo, Lampung Timur, kini CBCL sudah memiliki 1.400 member.
“Tantangan terberat sebenarnya tidak terlalu. Karena kami yakin seorang bikers itu punya semangat yang sama. Tinggal kita bagaimana terus memberikan motivasi, bahwa ketika club kita bangun atas dasar bersama rasa memiliki yang tinggi dan memberikan sebuah terobosan untuk menunjang club, itu pasti akan lebih termotivasi dengan situasi kenyamanan, merasa bahwa CBCL adalah milik bersama, dibangun bersama, dan harus berprosea bersama. Itu inti kekuatan CBCL bisa bertahan sampai saat ini.”
-> ETLE Bakal Dipasang di Jalan Tol, Awas Kena Tilang Elektronik
Bagi Bli Gede, kalaupun ada beberapa hambatan dan kendala yang dialami menurutnya itu sudah lumrah dialami seperti keluar masuknya anggota karena ada perbedaan prinsip. Tetapi Bli Gede menganggap hal itu wajar, karena akan terseleksi dengan sendirinya.
“Pandemi tidak jadi kendala utama, yang paling penting kita bisa mengatur pola rutinitas CBCL seperti kopdar pertemuan rutin bulanan dari rumah ke rumah, sebagai pengganti kopdar atau kegiatan besar seperti biasanya, untuk tetap saling support,” pungkas Gede.
Satu lagi yang spesial, pada saat acara ulang tahun mereka juga mengangkat 3 anggota kehormatan sekaligus. Serta penandatanganan MOU kerjasama bantuan hukum dengan WFS & TEAM. Free untuk all member. (Maston/Foto: CBCL)
-> Tips Merawat Mobil Warna Hitam Agar Awet dan Selalu Kinclong







