Sirkuit Mandalika Keluarkan Biaya Fantastis Untuk Sandang Homologasi FIA Grade 3
Sirkuit Internasional Mandalika atau Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kini dalam tahap proses homologasi FIA Grade 3.
Autoride – Sirkuit Mandalika yang memiliki panjang lintasan 4,31 km dengan homologasi grade A dari FIM telah mengelar berbagai kejuaraan balap motor dunia seperti MotoGP dan World Superbike (WSBK). Dan kini Sirkuit Mandalika sedang dalam tahap untuk mendapatkan homologasi FIA Grade 3.
Dengan begitu sirkuit yang mempunyai 17 tikungan tersebut bisa menjadi tuan rumah ajang balap mobil internasional, seperti FANATEC GT World Challenge Asia (GTWCA), sebuah kompetisi yang mengadu mobil-mobil balap berspesifikasi GT3. Event tersebut rencananya akan digelar pada 9-11 Mei 2025 mendatang.
Namun demikian, Sirkuit Mandalika masih perlu melakukan beberapa renovasi atau perbaikan untuk memenuhi kualifikasi safety seperti yang telah diregulasikan oleh FIA. Dalam hal ini, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai pihak yang mengelola dan mengoperasikan Sirkuit Mandalika siap melakukan hal tersebut.
Salah satu pengerjaannya adalah menambah barrier berupa ban di pinggir lintasan setelah run off guna meminimalisir dampak parah ketika ada insiden. Mengingat untuk melakukan penyempurnaan tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit, Priandhi Satria sebagai Direktur Utama MGPA, menjabarkan terkait investasi yang dilakukan.

“Jadi untuk mendapatkan Homologasi FIA Grade 3 ada beberapa unsur yang termasuk di dalam biaya tersebut. Pertama ada biaya konsultan, kemudian pengadaan barang, instalasi dan adanya lisensi fee yang kita setorkan ke FIA,” ujar Priandhi dalam acara media gathering pada Jumat, 27 Desember 2024 lalu di Jakarta.
Injourney Tourism Development Corporate (ITDC) selaku induk perusahaan MGPA telah menggelontorkan biaya yang cukup fantastis. Samsul Purba selaku Deputy CEO MGPA, menyebut meski biaya yang harus dikeluarkan cukup besar, namun hal ini langsung mendapatkan persetujuan dari pemerintah. Hal ini karena diharapkan Sirkuit Mandalika bisa menghelat ajang balap bergengsi lainnya selain MotoGP.
“Biayanya kurang lebih Rp 8 miliar, dan ITDC sudah mendukung proses ini. Mereka sudah oke dan kita sudah tidak minta lagi operational cost,” sambung Samsul sembari menyebut jika masa berlaku dari lisensi homologasi FIA Grade 3 tersebut berlaku selama tiga tahun.
Sementara itu, Sirkuit Mandalika sendiri setidaknya memiliki tiga agenda balap internasional yang bakal diselenggarakan, yakni Porsche Carrera Cup Asia, Fanatec GT World Challenge Asia (GTWCA) serta MotoGP 2025. (Maston/Foto: ist)




