Car RacingHighlightRacing

Zharfan Rahmadi Buktikan Kualitasnya Sebagai Pembalap Pro

Zharfan Rahmadi, pembalap Gazpoll Racing Team kembali membuktikan kualitasnya sebagai seorang pembalap profesional.

Autoride – Dengan persiapan minim, tak membuat Zharfan Rahmadi tampil buruk di putaran kelima Indonesia Sentul Series Of Motorsport (ISSOM) pada akhir pekan lalu, 1 – 2 Oktober 2022. Turun di European Touring Car Championship (ETCC) pada kategori Euro 2000 Pro, dirinya berhasil memberikan hasil apik untuk tim dengan finish pertama.

“Balapan kali ini di ETCC Euro 2000 agak kurang fight. Sempat fight hanya di lap-lap awal dengan lawan yang beda kelas, saya yang turun di kelas 2000 fight dengan pembalap yang di kelas 3000. Persiapan balap tidak ada karena dadakan. Hari Jumat (30/9) baru ada keputusan ikut balap. Sempat latihan hanya di Sabtu (1/10) pagi, itu juga cuma 10 menit,” buka Zharfan yang pada saat kualifikasi menduduki posisi 4 (overall) di kelas Euro 2000 Pro start kesatu.

Your Community Partner

Torehan podium tertinggi kali ini semakin terasa membanggakan karena diraih dengan tidak mudah. Butuh perjuangan selama 10 lap di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat untuk bisa finish di posisi terdepan. Ditambah lagi balapan dengan kondisi hujan dan terpaksa harus mengandalkan ban untuk trek kering. Zharfan harus berjibaku dengan ban kering untuk sirkuit basah salam balapan sepanjang 39,65 kilometer.

“Balapan hujan ada sedikit kendala di kaca, penglihatannya kurang bagus karena buram. Tapi hasilnya oke, kita finish ke-1 di kelas Euro 2000 Pro, overall finish ketiga, di depannya pembalap yang turun di kelas 3000,” imbuh Zharfan yang sudah sejak 10 tahun lalu ikut balap ISSOM.

Dijelaskan Zharfan, saat balapan dirinya sempat dua kali melintir. Kejadian tersebut dialami pada lap keenam dan ketujuh di tikungan S kecil. “Dua kali melintir di tempat yang sama. Melintir yang pertama karena mobil ketarik, mungkin ada air lewat jadi melintir. Kalau yang kedua karena kesalahan sendiri, mau pakai gigi 2 tapi gak bisa, jadi melintir karena spin,” jelasnya.

Meski demikian, tidak ada strategi khusus yang diterapkan Zharfan saat balapan. Dirinya hanya kontrol emosi dan main safe serta menghindari kesalahan-kesalahan fatal. “Strategi saya cukup main aman, tapi hasilnya bagus dan memuaskan,” urainya.

Your Community Partner

Bagi Zharfan yang turun dengan mobil balap BMW E36 lansiran 1997, tahun 2022 ini atmosfer balapan di ISSOM belum 100 persen pulih semenjak covid-19. Dirinya berharap semoga depan semoga sudah mulai ramai lagi. Akan tetapi, kondisi ini tidak mengurangi tingkat persaingan di sirkuit masih tetap ada.

Sebagai info tambahan, seminggu sebelum balapan ISSOM, Zharfan juga turun balap di Kejuaraan Reli Danau Toba 2022 di Parapat, Sumatera Utara, 24 – 25 September yang menjadi bagian The FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC). Pembalap muda berbakat ini turun dengan mobil balap Mitsubishi Evo 10 di kelas M2.

“Di Reli Danau Toba Finish ke satu. Overall keenam, tapi hasil ini sudah bagus karena lawan-lawannya pakai mobil yang dari luar dengan stir kiri. Ini adalah hasil yang maksimal, pakai mobil dengan spek yang terbilang ketinggalan tapi masih bisa keenam secara overall. Total 12 SS dengan total jarak 360 km,” pungkas Zharfan. (Maston/Foto: istimewa)

Zharfan saat naik podium
Zharfan saat balapan Reli Danau Toba 2022
Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *