CommunityHighlightMotorcycle Community

Touring Navigate to The MAX : Tour de Borneo Berakhir di Perbatasan Indonesia – Malaysia

Rangkaian touring Navigate to The MAX : Tour de Borneo yang digelar selama 10 hari (15 – 24 September) telah memasuki etape akhir.

Autoride – Setelah mengarungi perjalanan sejauh lebih dari 2.000 kilometer dengan rute Balikpapan – Penajam Paser Utara – Banjarmasin – Palangka Raya – Sampit – Lamandau – Pontianak dan juga Singkawang, rombongan touring Navigate to The MAX : Tour de Borneo sukses menutup kisah perjalanan dengan menyambangi tapal batas negara di Aruk, Kalimantan Barat.

Pada etape penutup ini, konsep yang diusung masih tetap sama, yaitu mengeksplorasi keindahan alam dan keanekaragaman budaya yang ada di wilayah Kalimantan Barat dengan menggunakan generasi terbaru XMAX Connected.

Your Community Partner

Hal ini tentu sangatlah menarik, mengingat rute yang disambangi oleh para biker akan melewati kota-kota yang tidak hanya banyak menyajikan spot destinasi wisata, namun juga kaya dengan akulturasi budaya Melayu, Dayak dan juga Tionghoa.

“Touring Navigate to The MAX : Tour de Borneo telah masuk ke wilayah Kalimantan Barat yang juga menjadi etape final dari perjalanan trans Pulau Kalimantan. Tidak seperti di wilayah lainnya, etape final ini bisa dibilang lebih seru karena kota-kota yang dikunjungi kaya akan perpaduan budaya masyarakatnya, seperti di Singkawang dan Sambas,” terang Ardyanto, GM Sales PT Aneka Makmur Sejahtera (AMS) selaku Main Dealer Yamaha di wilayah Kalimantan Barat.

“Sehingga banyak tersaji destinasi wisata menarik baik dari segi atraksi, landmark, maupun kuliner khas setempat. Selain itu, yang membuat etape penutup ini juga terbilang sepesial adalah, karena rommobongan berkesempatan berkunjung ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia-Malaysia di Aruk, dan kemudian di tutup dengan kopdar bersama di acara Maxi Yamaha Day 2023 area Kalbar yang diikuti oleh ratusan biker Maxi lokal,” imbuhnya.

Perjalanan lintas Borneo wilayah Kalbar sendiri dimulai oleh para peserta yang terdiri dari awak media, konten kreator, dan juga komunitas lokal dari Kota Lamandau di Kalteng (21/9) dengan riding sejauh kurang lebih 500 kilometer menuju kota Pontianak.

Your Community Partner

Kontur jalan naik turun yang membelah hutan dan perkebunan sawit, tentunya menjadi tantangan tersendiri yang memacu adrenalin selama diperjalanan. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Buyung Tanjung, salah seorang peserta yang ikut dalam rombongan.

“Jalur dari Lamandau ke Pontianak benar-benar seru tapi juga menguras tenaga. Selain jarak yang jauh, hampir 500 kilometer, kontur jalan naik-turun dengan tikungan high speed yang membelah hutan dan perkebunan memberikan sensasi berkendara yang beda. Untuk ini kita naik XMAX, tenaga motor besar dan handling itu stabil. Posisi duduknya juga nyaman banget, gak gampang capek lah,” terangnya.

Setelah tiba di Pontianak pada Jumat, esok harinya (22/9) para biker melanjutkan riding untuk menyambangi tugu Khatulistiwa yang merupakan salah satu landmark kota. Lalu perjalanan pun dilanjut menyisir pesisir pantai utara menuju Kota Singkawang yang merupakan salah satu kota destinasi wisata paling tersohor di Kalbar.

Beberapa spot destinasi terkenal turut dikunjungi di sana yang meliputi bangunan religi Masyarakat Tiongkok Thai Pak Kung, Bukit Pangeran, hingga kawasan pecinan Marga Chia yang berada di komplek Pasar Hongkong Singkawang.

Setelah menginap di Singkawang, pada hari berikutnya (23/9) rombongan bergerak kembali menuju ujung Barat Pulau Kalimantan, yaitu ke tapal batas Indonesia-Malaysia di Aruk. Ini merupakan titik tujuan terakhir yang sekaligus menutup kisah perjalanan Navigate to The Max : Tour de Borneo. Total jarak yang ditempuh selama etape ke-3 ini adalah 832 kilometer, dan ini merupakan jarak terjauh dari seluruh etape touring XMAX yang pernah digelar sebelumnya. (Maston/Foto: YIMM)

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *