Raden Cahyo Adhi Tampil Perdana dengan BMW 116i di Putaran 2 ETCC 2024
Raden Cahyo Adhi Nugroho Martosubroto atau yang akrab dengan nama Raden Cahyo Adhi hadir dengan mobil barunya BMW 116i di Putaran 2 ETCC 2024.
Autoride – Sempat absen di Putaran 1, Raden Cahyo Adhi Nugroho Martosubroto atau yang akrab dengan nama Raden Cahyo Adhi hadir di Putaran 2 ETCC 2024 dengan menggunakan mobil balap baru, yaitu BMW Seri 1 (F20) atau BMW 116i. Sejauh ini menjadi mobil pertama dan satu-satunya di balap European Touring Car Championship (ETCC) yang menjadi bagian dari ISSOM.
Tampil dengan mengandalkan mobil baru, tak membuat masalah yang berarti bagi Adhi. Pembalap dengan nomor lambung 11 dari BMW Team Astra ini mengaku justru dirinya bisa melakukan balapan dengan enjoy meski mobil masih dalam tahap R&D.
“Saya balapan start dari grid 19 karena mobil baru jadi kebetulan masih banyak persiapan yang terlewat dan belum sempat dilakukan. Tapi Alhamdulillah balapan bisa selesai, bisa finish dan bisa dapat podium. Mudah-mudahan race berikutnya bisa lebih maksimal hasilnya dengan persiapan yang lebih matang,” buka Adhi.
Adhi yang turun di Kelas 3000 Promotion berhasil finish di posisi 4 setelah mencatatkan waktunya 22:59.465 di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat. Hasil yang cukup apik mengingat mobil masih dalam tahap development oleh Team Astra BMW.

“Jadi masih belajar R&D bagaimana develop mesin, kaki-kaki, transmisi, sama sistem kerjanya supaya durasi lebih kuat dan tenaga bisa lebih baik tanpa harus mengorbankan umur mesin,” papar Adhi.
“Alhamdulillah hari ini semuanya berjalan baik, kami fokus di sistem pendinginan mesin karena mesinnya baru. Tapi kalau di sistem pengereman, transimi sudah tidak ada masalah. Mudah-mudahan di seri berikutnya kita sudah bisa upgrade tenaga. Kami mengupayakan agar sistem kerjanya berjalan tanpa ada gangguan panas dan gangguan lainnya. Jadi sistem kerjanya dulu yang kita fokuskan kalau sudah baik di race berikutnya baru ke sisi lain,” jelasnya.
Untuk mendukung performa balapnya, Adhi mengaku memilih menggunakan ban GT Radial Champiro SX-R. Adhi menyebut, sebenarnya ada dua pilihan untuk ban, bisa ring 17 atau ring 18. Hanya saja karena konfigurasi mesin 1500 turbo, jadi diputuskan menggunakan ban ring 17 yang pilihannya memakai ban GT Radial Champiro SX-R. Sebab jika memilih memakai ban ring 18, akan lebih berat karena power mesin masih kecil.

Sementara itu, mengenai persaingan di Kelas 3000 Promotion, Adhi justru tidak terlalu memikirkan hal itu. Dirinya bersama tim hanya fokus di pengembangan dan R&D mobil. “Jadi kalau sudah optimal dan sudah enak serta tidak ada hambatan akan fokus di pencapaian kejuaraannya.”
Meski demikian, Adhi mengaku persaingan di Kelas 3000 Promotion cukup baik. Apalagi sekarang sudah menggunakan sistem bracket time maksimal 1.50. Regulasi ini memang diterapkan oleh Promotor untuk menjaga kompetisi antar pembalap menjadi semakin kompetitif.
Sedangkan saat ditanya mengenai jumlah peserta yang naik turun menurutnya adalah hal yang wajar dan menyangkut jumlah peserta di ETCC sendiri sudah cukup baik. Di mana pada Putaran 2 diikuti 22 pembalap.
“Perkembangan sudah baik, saya melihat dari potensi pembalap baru yang ikut balap sudah cukup banyak dan ini lah yang nantinya akan menjadi masa depan motorsport di Indonesia, mudah-mudahan arahnya terus membaik dengan pembibitan pembalap muda,” pungkas Adhi yang siap maju sebagai Calon Bupati (Cabup) di Pilkada Bangli 2024. (Maston/Foto: Tono & Dok. ETCC)







