HighlightMotorcycle RacingRacing

ARRC 2025: Pembalap Singapura Jazil Juraimi Kembali Balap, Turun di Kelas AP250

Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 akan kembali dimeriahkan oleh pembalap Singapura Jazil Juraimi bersama Team ACR.

Autoride – Di usianya yang ke-33 tahun, Jazil Juraimi kembali ke ajang balap Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025. Bersama Team ACR, Jazil akan turun di Kelas Asia Production 250 (AP250). Dirinya terakhir kali membalap satu musim penuh di ARRC 2015 dalam ajang Suzuki Asian Challenge (SAC).

Pada Putaran 5 ARRC 2024, Jazil juga tampil sebagai pembalap wildcard. Kini ia kembali untuk berlaga penuh, yang menjadi tonggak sejarah sebagai pembalap Singapura dan bagian dari tim milik Singapura dalam kejuaraan tersebut.

Your Community Partner

“Saya sangat senang bisa kembali berlomba di ARRC karena sudah menjadi impian saya untuk bersaing dengan pembalap terbaik Asia. Tahun ini sangat istimewa karena saya berlomba di kelas AP250 bersama Team ACR, tim milik Singapura, yang mengukir sejarah sebagai pasangan tim dan pembalap Singapura pertama di ARRC. Merupakan kehormatan besar untuk mewakili negara saya di ajang ini,” ujar Jazil.

Inspirasi Jazil untuk kembali ke ARRC berasal dari kekagumannya yang mendalam terhadap kejuaraan tersebut. Bagi banyak pembalap Asia, berkompetisi di ARRC dianggap sebagai puncak balapan regional, dan Jazil pun merasakan hal yang sama. Keikutsertaannya sebagai wildcard pada tahun 2024 semakin memperkuat keinginannya untuk kembali berlomba secara penuh, yang memicu tekadnya untuk bangkit dengan kuat.

Pengalamannya sebagai wildcard pada tahun 2024 memberinya wawasan berharga tentang bagaimana kompetisi ini telah berkembang. Kelas AP250 kini diisi oleh generasi pembalap baru yang lebih muda dan lebih cepat, sehingga meningkatkan level kompetisi ke level yang lebih tinggi. Di usianya yang ke-33, Jazil menyadari peningkatan kecepatan namun tetap bertekad untuk menghadapi tantangan.

“Perspektif saya setelah wildcard Putaran 5 tahun lalu adalah bahwa level balapan telah banyak berubah. Para pembalap AP250 kini lebih muda dan lebih cepat. Memang sulit, tetapi saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengimbangi mereka,” kata Jazil.

Your Community Partner

Persiapan untuk musim ini menjadi tantangan karena kurangnya fasilitas balapan di Singapura. Tanpa lintasan khusus untuk latihan, Jazil berfokus untuk menjaga kebugarannya melalui bersepeda dan joging. Kesempatannya untuk tampil di lintasan hanya datang selama hari-hari balapan di Sepang atau selama sesi latihan akhir pekan balapan resmi. Meskipun memiliki keterbatasan ini, ia tetap bertekad untuk memanfaatkan setiap kesempatan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan.

Salah satu keuntungan utama yang dibawa Jazil ke musim ini adalah bimbingan dari juara ARRC enam kali Toshiyuki Hamaguchi. “Memiliki pelatih juara enam kali adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan. Saya telah berlomba selama hampir 20 tahun, tetapi sejak bekerja dengan Hamaguchi, saya telah mempelajari keterampilan baru yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Pengalaman dan bimbingannya akan menjadi aset yang sangat besar bagi saya saat saya menghadapi musim ini.”

Saat bersiap untuk ajang AP250, Jazil tetap realistis namun ambisius tentang targetnya untuk musim ini. “Kelas AP250 sangat kompetitif, dan tingkat bakat yang muncul sangat luar biasa. Ini akan menjadi musim yang sulit, tetapi saya menargetkan finis di 10 besar. Jika saya dapat menembus lima besar, itu akan menjadi bonus,” pungkasnya. (Maston/Foto: Isntagram @muhdjazzil)

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *