Car RacingHighlightRacing

Defari Wibowo: Menang Balapan, Tekanan Ditempel Ayah Sendiri

Defari Wibowo mengalami kegalauan mendalam saat menjalani putaran 3 balap ETCC di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat pada Minggu, 13 Agustus 2023.

Autoride – Apa jadinya bila saat balapan yang menjadi lawan mainnya adalah ayahnya sendiri? Hal itu yang dialami oleh pembalap Defari Wibowo yang turun di ajang European Touring Car Championship (ETCC) di gelaran Indonesia Sentul Series Of Motorsport (ISSOM).

Defari main di kelas yang sama dengan tim yang sama dengan sang ayah Wing Bharoto. Keduanya yang tak lain adalah anak dan bapak tersebut sama-sama membela Jakarta Ban Motorsport Racing Team di kelas Pro 3000. Bahkan keduanya juga membalap dengan seri mobil yang sama, BMW E46 dan berbagi mekanik bersama Andre Timothy.

Your Community Partner

Namun dalam balapan tersebut, Wing Bharoto harus rela dikalahkan anaknya sendiri. Defari berhasil finish di posisi kedua dan ayahnya di podium 3 secara overall. Tapi jika dalam kategori kelas, maka Defari keluar sebagai jawara dan Wing Bharoto di posisi runner up.

Defari (wearpack biru ke-2 dari kanan) dan Wing Bharoto (wearpack biru kedua dari kiri)

“Balapan hari ini sebenarnya mikirnya dari kemarin-kemarin, karena bisa durhaka sama bokap. Karena gak pernah balapan bareng sama bokap. Dulu memang pernah balapan bareng di ETCC, tapi beda kelas. Saat itu saya masih di kelas 2000 dan bokap di kelas 3000,” buka Defari kepada Autoride.

Di luar dugaan, tahun 2023 ini Defari tiba-tiba turun di kelas baru Pro 3000) dan ada nama ayahnya. Hal yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Karena sudah beberapa musim, Defari menyebut kalau ayahnya vakum dari dunia balap.

“Bokap baru turun di seri ini. Awalnya saya kira bokap udah gak bisa fight. Karena terakhir turun balap tahun 2020 sebelum pandemi. Saya kira gampang mengatasi persaingan dengan ayah. Ternyata masih bisa nempel juga. Tekanan juga ditempel bokap sendiri,” papar Defari.

Aksi balap Defari di Putaran 3 ETCC 2023

Kendati demikian, banyak ilmu balap yang diserap Defari dari Wing Bharoto. Apalagi dengan team work yang kuat. Terlebih lagi, Wing Bharoto adalah salah satu pembalap senior yang sudah cukup lama membalap di ISSOM.

Your Community Partner

“Balik lagi ini team work. Kalau team work biasanya suka dapat masukan dari temen setim, dan apalagi ini sudah setim dan keluarga pula. Bokap pengalaman banyak jadi banyak nanya-nanya juga ke bokap seperti cara start gimana dan banyak masukan dari bokap,” celoteh Defari.

Sementara itu, Defari baru musim ini turun di kelas Pro 3000. Sebelumbya di kelas 2000. Menurutnya, banyak tantantang yang selalu dihadapi pada setiap putaran balap ETCC. Pertama tantangan dari trek yang tidak menentu. Kedua tantangan dari lawan. Dari satu putaran ke putaran berikutnya pasti lawan upgrade mobil balapnya. Dan paling utama adalah faktor keberuntungan.

“Saya merasa di balap ETCC orang-orangnya sangat solid, baik di trek maupun di luar trek itu semuanya kita sahabat. Ketawa bareng baik di dalam atau luar trek. Komunitasnya juga ramai dan yang ikutan balap selalu melebihi kuota grid yang tersedia (grid hanya 32),” pungkas Defari yang sudah membalap di ISSOM sejak 2018. (Maston/Foto: Dok. ETCC)

Aksi balap Wing Bharoto di Putaran 3 ETCC 2023
Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *