Mengulik Makna Yang Terkandung di Piala MOMRC Putaran 3
Bicara soal trophy atau piala, sepertinya promotor balap Mercedes One Make Race Championship (MOMRC) punya selera yang unik.
Autoride – Jangan berharap akan menemukan desain dan bentuk trophy atau piala MOMRC yang sama dari setiap putaran yang berlangsung. Pasalnya dalam setiap putarannya, Iswachyudhi selaku promotor balap Mercedes One Make Race Championship (MOMRC) akan menampilkan piala yang berbeda-beda.
“Kalau mengenai trophy MOMRC ini kita selalu berusaha tidak sama dan tidak monoton dari setiap putaran. Di 2023 ini, trophy kita buat 2 putaran selalu berpasangan. Prinsipnya karena Tuhan menciptakan segala sesuatu berpasangan. Saya coba merefleksikannya dalam bentuk piala, karena itu sebuah anugerah dari Tuhan yang begitu besar yang telah diberikan kepada saya sebagai promotor,” ujar Yudhi.
Yudhi pun menceritakan dengan detail dan rinci dari setiap konsep dan ide yang dituangkan dalam piala. Berbagai dinamika yang terjadi dan dialami selama masa balapan selalu diabadikan dalam sebuah bentuk piala. Maka tak heran jika piala untuk para pembalap maupun sponsor punya nilai histori tinggi.
“Trophy ini terkadang juga merefleksikan situasi yang ada. Bukan hanya yang dialami saya sebagai promotor. Tapi bisa jadi beberapa pembalap yang juga mengalami persoalan atau kondisi beragam tapi seragam. Di situlah saya mencoba berkarya dengan mengaplikasikan sebuah persoalan menjadi sebuah tekad. Dan itu menjadi penyemangat. Makanya trophy-trophy yang kita buat selalu penuh dengan makna,” paparnya.

“Dan di putaran 3 MOMRC 2023 ini sebetulnya sederhana, yang saya ingin kedepankan adalah bahwa manusia hidup punya cita-cita atau keinginan. Misalnya kita punya cita-cita membangun sebuah tembok yang solid, di mana dalam tembok itu nanti akan kita isi macam-macam figura atau lukisan dan segala macam.”
“Namun pada kenyataannya dalam perjalannya tembok yang kita bangun tidak selalu berjalan lancar dan ada kendala. Dan itu tidak bisa kita pungkiri. Pada saat kita menghadapi kendala kita harus tetap semangat. Dalam piala ini maka saya buat ada celah, celah ini bisa dilihat sebagai sebuah kekurangan-kekurangan kita. Yang mungkin bisa dilihat juga sebagai celah bahwa kita bisa berkolaborasi.”
“Tapi semua itu baik positif maupun negatif, harus bisa kita siasati. Harus kita berfikir sebelum mengambil tindakan. Untuk bisa seperti itu kita harus punya tekad yang kuat. Di samping celah ada sebuah tiang yang melambangkan sebuah prinsip dan pemikiran yang kuat. Dengan warna stainless yang memantulkan bayangan dari segala arah (tidak punya sudut). Sementata lambang kuncup merefleksikan bahwa balapan ini harus terus tumbuh dan tidak cepat puas dgn prestasi yang telah diraih,” jelas Yudhi merinci.
Sementara itu, putaran 3 MOMRC 2023 diikuti sebanyak 15 starter. Beberapa pembalap tidak bisa turun karena kesibukan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. (Maston/Foto: Tono & Dok. MOMRC)




