DFSK Gandeng EVSafe Indonesia, Perkuat Edukasi Publik Tentang Keamanan dan Teknologi PHEV
PT Sokonindo Automobile (DFSK) bersama EVSafe Indonesia menghadirkan panggung edukasi otomotif bertajuk “The Next Drive: Why PHEV?” di GIIAS 2026.
AUTORIDE.CO.ID – Mengangkat berbagai isu krusial seputar keamanan baterai, ketahanan kendaraan, hingga kesiapan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia, sesi talkshow DFSK bersama EVSafe Indonesia di GIIAS 2026 ini mengajak masyarakat menepis keraguan, mematahkan berbagai miskonsepsi, sekaligus memahami mengapa PHEV semakin dipandang sebagai jembatan strategis menuju era elektrifikasi nasional.
Talkshow ini menghadirkan jajaran pemimpin industri dan pakar keselamatan kendaraan listrik, yakni Doni Putra Okten, Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile, Ichsan Aria Putra, Product Expert PT Sokonindo Automobile, serta Mahaendra Gofar dan Abdul Rahman Elly, Founder EVSafe Indonesia.
Pertemuan lintas keahlian ini menghadirkan diskusi yang mengupas secara mendalam berbagai tantangan, peluang, hingga masa depan adopsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia, sekaligus menjawab berbagai keraguan yang masih berkembang di tengah masyarakat.
Diskusi ini hadir di tengah momentum meningkatnya perhatian publik terhadap teknologi PHEV, seiring sambutan luar biasa terhadap DFSK E5 Plus sejak debutnya di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Antusiasme tersebut menjadi sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap solusi mobilitas elektrifikasi yang mampu menghadirkan efisiensi, kenyamanan, dan kebebasan berkendara jarak jauh tanpa dibayangi range anxiety.
PHEV pun semakin dipandang sebagai teknologi transisi yang paling relevan untuk menjembatani kebutuhan mobilitas masyarakat menuju era kendaraan listrik.
PHEV: Bukan Sekadar Transisi, Melainkan Jawaban Baru Mobilitas Indonesia
Melalui talkshow ini, DFSK bersama EVSafe Indonesia menegaskan bahwa Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) bukan sekadar titik temu antara kendaraan berbahan bakar konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) dan Battery Electric Vehicle (BEV).
Lebih dari itu, PHEV hadir sebagai solusi elektrifikasi yang paling relevan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia saat ini, menghadirkan pengalaman berkendara elektrik tanpa mengorbankan kebebasan menjelajah.
“Kami percaya elektrifikasi tidak boleh mengorbankan kebebasan berkendara. PHEV menghadirkan pengalaman berkendara elektrik untuk aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan ketenangan untuk melakukan perjalanan jarak jauh tanpa dibayangi range anxiety,” ujar Doni Putra Okten, Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile.
Dalam hal ini, DFSK E5 Plus hadir sebagai DualEnergy Premium Urban SUV. E5 Plus diklaim menghadirkan solusi elektrifikasi yang paling relevan bagi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia saat ini. Dan dianggap praktis, efisien, serta tanpa kompromi.
Keunggulan tersebut didukung oleh teknologi Smart Power System DE-i, sistem hybrid cerdas yang secara otomatis mengoptimalkan perpindahan tenaga listrik dan mesin pembakaran untuk menghasilkan performa yang responsif, efisien, dan mulus di berbagai kondisi berkendara.
E5 Plus juga dibekali baterai berkapasitas 25 kWh, salah satu yang terbesar di kelasnya, yang telah melalui serangkaian pengujian dan validasi ketat untuk memastikan keamanan, keandalan, serta performa optimal di berbagai kondisi jalan dan iklim Indonesia.
“Setiap baterai DFSK E5 Plus telah melalui pengujian keselamatan dan ketahanan yang komprehensif. Sistem Battery Management System (BMS) juga dirancang untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang dengan mengoptimalkan proses pengisian, penggunaan, hingga perlindungan terhadap berbagai kondisi operasional,” jelas Ichsan Aria Putra, Product Expert PT Sokonindo Automobile.
DFSK E5 Plus memiliki jarak tempuh kombinasi hingga 1.400 kilometer (NEDC), sehingga memberikan fleksibilitas untuk melakukan perjalanan antarkota tanpa dibayangi range anxiety.
Didukung fitur DC Fast Charging, DFSK E5 Plus mampu mengisi daya baterai dari 30% hingga 80% dalam waktu sekitar 20–28 menit. (Maston/Foto: Sonny Hastara)


