Mengenal Aquaplaning dan Tips Menghindarinya
Diperlukan keterampilan khusus untuk menghindari aquaplaning. Berikut tips menghindari aquaplaning.
Autoride – Aquaplaning adalah kondisi di mana ban kendaraan kehilangan traksi atau penapakan pada permukaan jalan saat melewati genangan air hujan di jalanan. Fenomena ini dapat menyebabkan kehilangan kendali atas kendaraan yang sering berhadapan dengan kondisi jalan yang basah. Ada beberapa tips menghindari aquaplaning.
Dalam menghadapi jalanan licin, Ahmad Juweni selaku National Sales Manager TBR (Truck & Bus Radial) PT. Hankook Tire Sales Indonesia menyebut diperlukannya keterampilan khusus untuk menghindari aquaplaning, terutama ketika truk membawa muatan penuh. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau pengemudi kendaraan niaga agar lebih memperhatikan beberapa komponen penting sebelum berkendara dan menerapkan teknik berkendara yang aman.
Apabila pengendara mengalami aquaplaning, hal terpenting yang harus dilakukan yaitu tetap tenang agar tidak kehilangan kendali atas kendaraannya. Cobalah menahan setir tetap lurus dan hindari menginjak pedal rem. Ikuti arah tanpa melawan, dan perlahan koreksi traksi.
Selain itu juga sebisa mungkin hindari pengereman mendadak, sebab bisa menyebabkan selip dan melintir. Perhatikan faktor seperti tekanan udara ban, keausan, dan kondisi suspensi untuk mencegah aquaplaning yang lebih parah. Jika memungkinkan, arahkan kendaraan ke tepi jalan untuk mengurangi risiko tabrakan.
Ahmad juga mengingatkan perlunya memilih ban khusus kendaraan niaga yang mendukung keamanan berkendara agar meminimalisir kejadian aquaplaning.
Berikut tips mengantisipasi aquaplaning.
Pertama, pastikan tekanan udara di setiap ban sesuai dengan rekomendasi produsen. Tekanan udara yang kurang atau berlebih dapat memengaruhi kinerja ban dan meningkatkan risiko aquaplaning.
Kedua, Selain itu, pengendara perlu memeriksa kedalaman tapak pada setiap ban karena tapak yang aus dapat mengurangi traksi dan meningkatkan risiko kehilangan kendali, terutama saat melintasi jalanan basah. Caranya, adalah dengan melihat Tread Wear Indicator (TWI) yang dapat ditemukan pada dinding ban. Jika tanda segitiga TWI sudah menyentuh tapak ban, maka ban harus segera diganti.
Ketiga, kurangi kecepatan saat berkendara di jalan yang basah. Semakin tinggi kecepatan, semakin besar gaya angkat yang terjadi pada ban sehingga semakin mudah ban tergelincir di atas air. Ketika hujan, disarankan pengendara untuk mengurangi kecepatan setidaknya 10 km/jam dari kondisi normal. Perlu diketahui, kecepatan yang lebih rendah memberikan lebih banyak waktu bagi ban untuk mengalami kontak dengan permukaan jalan, meningkatkan traksi, dan mengurangi risiko hilang kendali.
Keempat, ketika berkendara dalam kondisi hujan, disarankan untuk menghindari jalur air berlebih di jalanan. Hindari melintasi genangan air yang terlalu dalam dan jalur dengan air yang mengalir deras, karena hal ini dapat meningkatkan risiko aquaplaning. Sebaiknya, pilih jalur di tengah jalan yang biasanya memiliki kedalaman air yang lebih rendah, sehingga traksi ban dapat tetap optimal. (Maston/Foto: ist)




