Nitin Gadkari: India Akan Menjadi Produsen Kendaraan Listrik Terbesar di Dunia
Nitin Jairam Gadkari, politikus India ini memprediksi jika negara berjuluk Bollywood ini akan menjadi produsen kendaraan listrik terbesar di dunia.
Autoride – Menteri Persatuan Jalan Raya dan Transportasi, Nitin Gadkari, baru-baru ini mengumumkan bahwa India akan menjadi produsen kendaraan listrik terbesar di dunia dalam 5 tahun ke depan. Ia berbicara di sebuah acara peluncuran sepeda bertenaga listrik, dengan fokus pada prospek bahan bakar alternatif yang menggiurkan.
Menurut Gadkari, pada tahun 2014 hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada dukungan untuk kendaraan listrik di India. Namun, pertumbuhan kendaraan listrik cukup signifikan. Industri Otomotif India telah tumbuh dari Rs. 14 lakh crore pada tahun 2014 menjadi Rs. 22 lakh crore, menjadikannya pasar otomotif terbesar ketiga di dunia, melampaui Jepang dan tepat di belakang AS dan Tiongkok.
Pertumbuhan kendaraan listrik, khususnya sepeda listrik sangat signifikan karena harga baterai lithium-ion terus turun. Ada penelitian yang sedang berlangsung untuk membuat teknologi tersebut lebih murah, yang memicu permintaan potensial di masa mendatang.
Gadkari juga menyoroti bahwa pengembangan infrastruktur untuk mendukung kendaraan listrik sangat penting untuk memobilisasi permintaan. Pembuatan jalur khusus sepeda seperti di kota-kota Eropa, akan membantu meningkatkan masyarakat untuk bersepeda di India.
Kebutuhan akan bahan bakar alternatif juga sangat besar, karena India menghabiskan Rs. 22 lakh crore untuk impor bahan bakar fosil setiap tahunnya. Penting juga untuk memproduksi bio-CNG, bitumen, dan bahan bakar penerbangan dari limbah pertanian seperti jerami padi.
Rencana untuk meningkatkan elektrifikasi di India juga nampaknya dilakukan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan manufaktur lokal dan mengurangi pengeluaran berlebih.
Akan tetapi, strategi untuk meniru sistem seperti di kota-kota Eropa, tidak mudah diterapkan begitu saja di India. Karena kota-kota di India memiliki tuntutan yang berbeda dan mengharuskan produsen mengambil pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan kota-kota lain di dunia. (Maston/Foto: ist)




