CommunityHighlightMotorcycle Community

Perbedaan Cara Mengendarai Motor Manual dan Matik Saat Melintasi Jalur Pegunungan

Ternyata ada perbedaan cara mengendarai motor manual dan matik saat melintasi jalur pegununungan yang penuh tanjakan dan turunan berkelok.

Autoride – Saat akhir pekan tiba, banyak kalanagan riders menghabiskan waktunya untuk berlibur. Salah satu tujuannya ke daerah pegunungan. Selain berhawa sejuk, berkendara ke jalanan pegunungan juga mempunyai tantangan tersendiri. Namun ternyata ada perbedaan cara mengendarai motor manual dan matik saat melewati jalur pegununungan yang penuh tanjakan dan turunan yang berkelok.

Seperti kita ketahui bersama pegunungan memiliki jalanan turunan tajam dan berkelok-kelok. Untuk itu, diperlukan beberapa teknik berkendara pada saat melewati turunan yang berkelok.

Your Community Partner

Paling utama yang harus dilakukan sebelum memulai perjalanan di medan pegunungan, yakni memastikan komponen rem dalam kondisi optimal. Selain rem, pastikan juga komponen motor yang lain dalam keadaan prima seperti ban.

-> SMCI Padang Tuan Rumah Camping Road Nasional I, Hadir Ratusan Riders Lintas Bendera

touring Bromo
Beda acara berkendara motor manual dan matik saat di jalur pegunungan

Selanjutnya kenali kendaraan yang akan digunakan. Pengetahuan dan kemampuan ini penting demi keselamatan berkendara baik diri sendiri maupun pengendara lain disekitar kita.

Ada perbedaan cara yang dilakukan ketika berkendara di turunan terjal untuk motor matik dan manual. Saat berkendara dengan motor bebek atau motor sport yang menggunakan persneling, terasa engine brake bisa mengurangi kecepatan cukup signifikan, dioperasikan dengan cara menggunakan gigi rendah. Motor manual lebih dapat menghemat rem karena dibantu dengan engine brake.

Sementara untuk motor matik, yang harus dilakukan adalah tidak menutup gas secara penuh. Dengan menutup gas secara penuh di turunan maka yang akan terjadi adalah motor matik seperti los, atau bisa digambarkan seperti posisi gigi netral di motor manual. Tentunya berbahaya karena tumpuan penahan beban hanya akan dibebankan pada rem kendaraan.

Your Community Partner

-> Upaya Knalpot Purbalingga Untuk Jadi Pilot Project Knalpot Aftermarket Ber-SNI

Touring Perdana Honda CB150X

Saat melewati jalan turunan gunakan rem depan dan belakang secara bergantian agar menguragi panas pada sistem pengereman. Apabila melewati jalan tanjakan maka pengereman yang efektif untuk mengurangi kecepatan atau berhenti yaitu rem belakang. Sedangkan saat melewati jalan turunan maka pengereman efektif untuk mengurangi kecepatan atau berhenti yaitu rem depan.

“Apalagi jika jalan berpasir hal itu akan lebih berbahaya lagi, bisa terpeleset kemudian terjatuh dari motor. Untuk amannya gunakan kedua rem secara bersamaan, turunkan kecepatan agar motor mudah di kendalikan,” ungkap Dimas Satria, Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.

Terakhir, yang terpenting adalah selalu berkonsentrasi penuh saat berkendara dan gunakan perlengkapan berkendara yang lengkap. Penting mengetahui dan menguasai medan atau jalur yang mau dilewati. Dengan begitu, pengendara motor bisa tahu titik-titik bahaya seperti lubang, jalan licin, turunan panjang dan belokan tajam,“ tutup Dimas. (Maston/Foto: MPM)

-> 10 Kesalahan Saat Cuci Mobil di Rumah yang Mesti Dihindari

touring Bromo

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *