Sukses Bikin Event Balap IRRA 2025, Rifat Sungkar: “Terima Kasih Jeje”
Rifat Sungkar mengaku tidak menyangka edisi perdana Inisiasi Rally Raid Adventure (IRRA) 2025 bisa berjalan sukses.
AUTORIDE.CO.ID – Rifat Sungkar sebagai Ketua Pelaksana Inisiasi Rally Raid Adventure (IRRA) 2025 mengaku terkesima engan suksesnya acara tersebut. Dirinya tidak menyangka IRRA 2025 bisa berjalan meriah dengan dukungan banyak pihak.
Apalagi, event ini menurut Rifat lahir dari hanya obrolan ringan sesama alumni Asia Cross Country Rally (AXCR). Dari sekadar kongkow-kongkow, lahirnya IRRA.
Beberapa pembalap Indonesia yang telah berpartisipasi dan berprestasi di AXCR, di antaranya yang terkenal adalah Rudy Poa (pereli motor pionir), pasangan Lody Natasha & Sasty Laksamana (sering podium di kelas mobil & motor).
Selain itu juga ada nama-nama lain seperti Irma Ferdiana (juara kelas motor wanita), Memen Harianto, Rifat Sungkar, dan beberapa nama lain seperti Julian Johan atau Jeje, Habib Fadlulrohman, Mufti Muis Karim, Fathir Muchtar, dan TB Adhi yang sering masuk 10 besar.
“Maksud dan tujuan kami sejak awal adalah sebetulnya ini adalah ide kongkow-kongkow aja tadinya, di antara kita sebagai alumni dari AXCR. Kita berpikir kenapa rally raid belum ada di Indonesia,” buka Rifat Sungkar saat konferensi pers, Sabtu (13/12) di Jakarta.
“Padahal Indonesia itu punya yang namanya fasilitas alam yang segitu besar, tapi gak ada yang mengutilisasi untuk menjadikan indah yang besar,” imbuhnya.
Tidak mudah untuk bisa menyajikan event IRRA. Banyak pihak yang terlibat didalamnya. Rifat menyebut, besarnya kontribusi panitia di balik layar juga turut menyukseskan IRRA 2025. Salah satu yang begitu dominan dalam persiapan IRRA 2025 adalah Jeje.
“Jeje juga kontribusinya sangat besar, karena kalau gak ada Jeje gimana bikin modul, gak ada yang tahu akan kemana. Jadi ya terima kasih Jeje sudah memberikan kontribusi luar biasa besar.”
“Lalu untuk peserta yang telah mempercayakan kami membuat event yang gak tahu sebenernya event ini bagaimana, tapi mereka semua menikmati event ini,” jelas Rifat.
Terlepas dari kesuksesan event perdana IRRA 2025, Rifat juga tetap meminta para peserta untuk memberikan masukan. “Kita tunggu masukannya juga supaya kita akan menjadi lebih baik di tahun 2026. Untuk IRRA saya sudah bilang konsepnya adalah rally-raid, yaitu kombinasi antara rally dan juga adventure, rally-raid dan adventure. Di sini kita memadukan secara kecepatan dan juga ketepatan, tapi ternyata hal yang paling besar adalah solidaritas,” urainya.
Rifat juga menegaskan bahwa IRRA adalah langkah awal pengembangan cabang olahraga rally raid di Indonesia. Menurutnya, rally raid berbeda dengan cabang motorsport lainnya. Merupakan kombinasi antara rally dan adventure dengan keunikan tersendiri yang tidak ada pada motorsport lain.
Menariknya lagi, di IRRA suasana kebersamaan maupun solidaritas antar peserta lebih terasa ketimbang balapannya. Saat ada peserta yang mengalami trouble, peserta lain justru ikut membantu. Hal ini yang mungkin sulit ditemukan pada olahraga motorsport cabang lain.
“Dengan adanya event kemarin, kita lihat kalau komunitas offroad di Indonesia itu sangat solid sekali.
Saya bilang roda 2 maupun roda 4 gak ada bedanya, mereka semua sangat-sangat solid. Dan kemarin kami dikasih kesempatan untuk banyak belajar, dari sisi pembuatan trek, regulasi, packaging event, sampai dengan fasilitas yang diperlukan. Kita tidak akan berhenti sampai di sini, 2026 akan ada lagi sesuatu,” jelas Rifat.
IRRA 2025 sendiri digelar pada 3-6 Desember 2025 lalu. Selama empat hari para peserta menjelajahi beragam medan dengan total jarak tempuh lebih dari 400 kilometer. Medan lomba yang berada di Kabupaten Majalengka dan Indramayu itu mencakup area perkebunan tebu Jatitujuh, jalur perbukitan, akses gravel, hingga rute teknis yang dirancang mengikuti standar keselamatan kompetisi rally raid internasional.
Event besutan Taka Motorsport yang dibuka oleh Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., tersebut mendapat antusiasme besar dari peserta maupun komunitas otomotif nasional. Sebanyak 24 mobil dan 29 motor ambil bagian dalam gelaran ini, terdiri dari 7 Kelas untuk mobil dan 3 Kelas untuk sepeda motor.
Selain kompetisi, gelaran itu juga disisipi Dex-Ploration Powered by Pertamina Dex, sebuah kegiatan family overland yang menghadirkan pengalaman menyusuri jalur light off-road, berkemah, serta menjajal sebagian rute rally raid sebagai penutup kegiatan. Dex-Ploration sendiri diikuti oleh 22 kendaraan. (Maston/Foto: Cover Sonny Hastara)
- Kronologi Lengkap Kecelakaan Pembalap Awhin Sanjaya Hingga Dinyatakan Meninggal Dunia di Rumah Sakit




